Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Bahlil sebut peralihan konsumsi dan penimbunan BBM sebabkan antrean

Senin, 14 September 2026, 18:01 WIB Sumber: Antara News Dibaca 2 kali
Ukuran:

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa antrean panjang pembelian BBM di Makassar disebabkan oleh pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke subsidi serta penimbunan BBM subsidi oleh kendaraan dengan tangki yang dimodifikasi hingga berkapasitas 1 ton. Pemerintah bekerja sama dengan kepolisian dan meningkatkan pasokan BBM oleh Pertamina sehingga antrean yang sempat membludak lebih dari 50 persen dalam tiga hari terakhir kini sudah mulai normal.

Poin-Poin Utama

  • Peralihan konsumsi BBM nonsubsidi ke subsidi jadi penyebab antrean BBM di Makassar.
  • Penimbunan BBM subsidi oleh masyarakat memperburuk antrean di Makassar.
  • Polisi menemukan mobil dan truk dengan tangki modifikasi untuk menimbun BBM subsidi.
  • Tangki modifikasi kendaraan dapat memuat hingga 700 liter hingga 1 ton BBM.
  • Kementerian ESDM bekerja sama dengan pemerintah daerah Sulawesi Selatan dan kepolisian menyelesaikan antrean.
  • Antrean kendaraan pembeli BBM meningkat lebih dari 50 persen dalam tiga hari terakhir.
  • Peningkatan antrean BBM mengganggu kelancaran lalu lintas di Makassar.
  • Pada Senin pagi, antrean di SPBU Jalan AP Pettarani Makassar kembali normal dengan belasan kendaraan.
  • Aturan ganjil-genap plat nomor kendaraan berlaku untuk pembelian BBM.
  • Kendaraan besar seperti truk dan bus harus beli BBM di malam hari.
  • Pertamina menambah pasokan BBM dan memperpanjang waktu operasional SPBU di Makassar.
  • Situasi antrean BBM di Makassar saat ini sudah mulai terurai.
  • Kementerian ESDM berkomitmen menjaga agar subsidi BBM tepat sasaran.
  • Pernyataan Bahlil disampaikan dalam acara InTechSEA di Jakarta.
  • Bahlil menyoroti masalah penimbunan BBM subsidi sebagai tantangan besar bagi pengelolaan energi.
Tagar Terkait
#pertamina#bbm#sulawesi selatan#kementerian esdm#makassar#bahlil lahadalia#bahan bakar minyak subsidi#penimbunan bbm
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.

Buka Sumber di Antara News

Warta Terkini Lainnya