Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Ekonomi Negatif

Antrean Panjang di SPBU, Bahlil Minta Pengguna Mobil Mewah Tak Pakai BBM Subsidi

Kamis, 17 September 2026, 18:08 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kelangkaan BBM di Makassar kepada Presiden Prabowo dan memastikan kondisi sudah terurai dengan stok nasional berada di angka 18-20 hari. Kelangkaan terjadi akibat pergeseran konsumsi ke BBM subsidi karena harga minyak dunia telah menembus USD100 per barel, serta temuan kendaraan bermodifikasi tangki berkapasitas besar (700 liter hingga 1 ton) yang mengisi BBM subsidi. Presiden Prabowo telah mengarahkan penertiban praktik tersebut dan pemerintah terus berkoordinasi dengan PT Pertamina.

Poin-Poin Utama

  • Kelangkaan BBM di Makassar telah terurai dan dilaporkan selesai.
  • Stok BBM nasional berada di angka 18 sampai 20 hari.
  • Harga minyak dunia telah melampaui 100 dolar per barel.
  • Pemerintah belum menaikkan harga BBM subsidi.
  • Terjadi pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi oktan 92 dan 95 ke BBM bersubsidi.
  • Kenaikan harga minyak dunia berdampak pada kondisi harga nasional.
  • Polisi menemukan kendaraan dimodifikasi dengan tangki berkapasitas besar.
  • Kapasitas tangki yang ditemukan mencapai 700 liter hingga 1 ton.
  • Kendaraan seperti Pajero digunakan untuk mengisi BBM bersubsidi.
  • Prabowo mengarahkan penertiban praktik penyalahgunaan BBM subsidi.
  • Pemerintah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk implementasi kebijakan BBM.
  • Bahlil menyampaikan laporan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • Laporan disampaikan pada Kamis, 17 September 2026.
  • Faktor pemicu antrean BBM di Makassar adalah pergeseran konsumsi dan penyalahgunaan.
  • Kementerian ESDM memastikan stok BBM nasional masih dalam batas aman.
Tagar Terkait
#prabowo subianto#pertamina#bbm subsidi#bahlil lahadalia#kelangkaan bbm#spbu makassar
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya