Pemerintah Tahan Harga Pertalite di Tengah Gejolak Minyak Dunia, Ekonom Ungkap Dampaknya ke Inflasi
Sejumlah akademisi mendukung langkah pemerintah menahan harga Pertalite di tengah tekanan harga energi global, karena kenaikan BBM dapat menyebabkan inflasi tidak terkendali dan membebani daya beli masyarakat. Ekonom Dr. Robert R. Winerungan dan pakar kebijakan publik Bonti Wiradinata sepakat keputusan tersebut tepat untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, meskipun mengorbankan beban subsidi pada APBN. Bonti memprediksi subsidi energi dapat berkurang tahun depan seiring membaiknya kondisi geopolitik global.
Poin-Poin Utama
- Sejumlah akademisi mendukung langkah pemerintah menahan harga Pertalite di tengah tekanan harga energi global.
- Ekonom Unima Dr. Robert R. Winerungan menilai keputusan menahan harga Pertalite sangat tepat untuk menjaga daya beli masyarakat.
- Robert memperingatkan bahwa kenaikan harga Pertalite dapat menyebabkan inflasi tidak terkendali.
- Kenaikan harga BBM akan memberikan efek berantai terhadap ongkos transportasi hingga harga berbagai barang kebutuhan masyarakat.
- Harga Pertalite bertahan di Rp10.000 per liter meskipun harga minyak dunia sudah menyentuh USD107 per barel.
- Selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayarkan masyarakat meningkatkan beban APBN melalui subsidi.
- Tekanan ekonomi mengubah pola konsumsi BBM di mana konsumen mulai beralih dari Pertamax Turbo ke Pertalite.
- Robert menilai kenaikan Pertalite akan semakin membebani kelompok menengah dan masyarakat kelas bawah.
- Pakar kebijakan publik Unpad Bonti Wiradinata menilai kebijakan harga BBM harus mempertimbangkan stabilitas sosial dan politik oltre aspek ekonomi.
- Bonti sepakat kebijakan menahan harga Pertalite sudah tepat meskipun berisiko terhadap postur anggaran.
- Bonti memproyeksikan subsidi energi dapat berkurang tahun depan seiring kondisi geopolitik yang mulai terkendali.
- Venezuela mulai dieksploitasi oleh Amerika Serikat disebut sebagai game changer bagi peta energi global.
- Kondisi minyak dunia diprediksi dapat lebih stabil tahun depan karena Amerika memiliki sumber minyak baru.
- Bonti menyatakan tidak ada alasan bagi pemerintah untuk terus-menerus memberikan subsidi energi yang dapat mengganggu fiskal negara.
- Biaya transportasi akan naik dan menimbulkan banyak efek turunan jika harga Pertalite dinaikkan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.