Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Perwakilan Pertamina Temui Massa Demo BBM di Makassar

Senin, 14 September 2026, 20:02 WIB Sumber: CNN Dibaca 1 kali
Ukuran:

genap akan dilakukan secara berkala dengan melihat kondisi antrean di SPBU. Seorang kader HMI dilaporkan mengalami luka di bagian kepala akibat insiden saat aparat keamanan berusaha mendorong massa yang merangsek masuk.

Poin-Poin Utama

  • Massa HMI menerobos pintu pagar kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional IV di Makassar saat demonstrasi kelangkaan BBM.
  • Demonstrasi tersebut untuk meminta pertanggungjawaban Pertamina atas kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang selama berhari-hari.
  • Manajer Retail Sales Pertamina Regional Sulawesi Mardian menemui massa aksi secara langsung.
  • Mardian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas.
  • Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait penyaluran BBM.
  • Kebijakan ganjil-genap di SPBU Makassar masih berlaku berdasarkan surat edaran hingga 20 September 2026.
  • Pertamina akan mencabut pembatasan ganjil-genap jika situasi antrean BBM dinilai sudah aman dan terkendali.
  • Evaluasi kebijakan ganjil-genap dilakukan setiap tiga hari oleh Pertamina.
  • Peristiwa pagar jebol terjadi pada Senin, 14 September, sore hari.
  • Seorang demonstran mengalami luka di bagian kepala akibat hantaman pentungan petugas.
  • Aparat keamanan mendorong massa saat berusaha menghalau mereka dari dalam halaman kantor.
  • Ketua Umum HMI Cabang Makassar Sarah Agussalim mengaku kadernya dipukul saat sampai di pintu kantor.
  • Dinas ESDM Sulawesi Selatan mengeluarkan surat edaran kebijakan ganjil-genap yang menimbulkan masalah baru bagi masyarakat.
  • Demonstrasi juga diikuti oleh kalangan buruh selain mahasiswa.
  • Pertamina berkomitmen menindaklanjuti setiap persoalan yang ditemukan di lapangan.
Tagar Terkait
#pertamina#bbm#makassar#demonstrasi#kelangkaan bbm#hmi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.

Buka Sumber di CNN

Warta Terkini Lainnya