Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

News Netral

Ketika Krakatau Memicu Kiamat Kecil: Dentuman Dahsyat yang Bikin Bulan Jadi Biru

Minggu, 6 September 2026, 11:30 WIB Sumber: Liputan6 Dibaca 1 kali
Ukuran:

Letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 setara dengan 100 megaton bom nuklir atau 13.000 kali kekuatan bom Hiroshima, dengan suara ledakan tercatat sebagai yang paling keras dalam sejarah yang terdengar hingga 4.600 km. Abu vulkanik Krakatau menghamburkan warna merah sehingga Bulan berubah menjadi biru selama bertahun-tahun, sementara letusan ini menyebabkan gelombang setinggi 36,5 meter, 120 ribu korban jiwa, dan pendinginan global 1,2 derajat selama lima tahun. Saat ini, Anak Krakatau terus meletus secara sporadis sejak kemunculannya pada 1927.

Poin-Poin Utama

  • Letusan Krakatau pada 27 Agustus 1883 setara dengan 100 megaton bom nuklir.
  • Kekuatan letusan itu 13.000 kali lipat kekuatan bom atom Hiroshima dan Nagasaki.
  • Letusan dimulai pada 26 Agustus 1883 pukul 12.53 WIB, disusul ledakan dahsyat keesokan harinya.
  • Awan gas dan material vulkanik menyembur setinggi 24 kilometer.
  • Suara ledakan terdengar hingga radius 4.600 km, termasuk hingga Perth, Australia.
  • Guinness Book of Records mencatat bunyi ledakan Krakatau sebagai yang paling hebat dalam sejarah.
  • Siapa pun dalam radius 10 km dari Krakatau niscaya menjadi tuli.
  • Abu vulkanik berukuran 1 mikron menghamburkan warna merah sehingga Bulan berubah biru.
  • Fenomena Bulan berwarna biru bertahan bertahun-tahun pasca-erupsi.
  • Korban jiwa akibat letusan Krakatau tercatat mencapai 120.000 orang.
  • Dinding air setinggi 36,5 meter dipicu oleh melesaknya Krakatau dan naiknya dasar laut.
  • Sekitar 45 kilometer kubik material vulkanik terlempar ke atmosfer.
  • Kegelapan menyelimuti wilayah dalam radius 442 km dari Krakatau.
  • Suhu global rata-rata turun 1,2 derajat selama lima tahun setelah letusan.
  • Anak Krakatau muncul pada 1927, kurang lebih 40 tahun pasca-letusan.
Tagar Terkait
#abu vulkanik#anak krakatau#bencana alam#gunung krakatau#abu vulkanik anak krakatau#letusan krakatau 1883#sejarah letusan gunung krakatau#bulan biru
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.

Buka Sumber di Liputan6

Warta Terkini Lainnya