Saatnya Buka Jalan Pendidikan Ramah Disleksia
Pendidikan inklusif di Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena pelatihan guru dalam menangani anak disleksia belum merata, padahal baru 40.000 satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusif dan sebagian besar belum memiliki guru pembimbing khusus. Pemerintah melalui Kemendikdasmen menargetkan pelatihan bagi 1.500 guru pada 2026 serta mengakomodasi siswa disleksia melalui jalur afirmasi dengan persentase minimal 15 persen untuk SD dan 20-30 persen untuk jenjang SMP serta SMA berdasarkan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025. Dukungan pembiayaan melalui BOSP dan Program Indonesia Pintar juga disiapkan untuk memastikan anak berkebutuhan khusus tetap dapat mengakses pendidikan.
Poin-Poin Utama
- Farid Agung Rahmadi adalah dokter spesialis anak subspesialis tumbuh kembang dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.
- Pelatihan guru dalam menangani anak disleksia masih kurang di sekolah.
- Tanda-tanda disleksia biasanya mulai tampak pada usia sekolah dasar kelas I hingga III.
- Saat ini 40.000 satuan pendidikan reguler di Indonesia telah menyelenggarakan pendidikan inklusif.
- Dari jumlah tersebut, hanya 14,8 persen yang memiliki guru pembimbing khusus.
- Pada 2026, pemerintah menargetkan 1.500 guru untuk difasilitasi pelatihan hingga tingkat tertinggi.
- Pelatihan guru umum merupakan langkah jangka pendek untuk mengatasi kekurangan guru pendidikan khusus.
- Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 mengatur jalur afirmasi untuk penerimaan murid berkebutuhan khusus.
- Jalur afirmasi minimal 15 persen untuk SD dan 20-30 persen untuk SMP serta SMA.
- Pemerintah daerah berwenang menyesuaikan kuota afirmasi berdasarkan kebutuhan wilayah.
- Jika kuota sekolah penuh, dinas dapat mengarahkan murid ke satuan pendidikan lain.
- BOSP dapat digunakan untuk mendukung akomodasi peserta didik penyandang disabilitas.
- Murid berkebutuhan khusus dari keluarga kurang mampu masuk dalam skema afirmasi.
- Penguatan sumber daya manusia pendidik diperlukan agar anak disleksia mendapatkan pendidikan sesuai kebutuhannya.
- Pendidikan inklusif menjadi keharusan untuk memenuhi hak anak disleksia di Indonesia.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.