Beranda Minggu, 20 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Arab Saudi Temukan 110 Juta Ton Tanah Jarang dan Uranium Dekat Makam Nabi Muhammad di Madinah

Rabu, 16 September 2026, 16:14 WIB Sumber: Republika Dibaca 2 kali
Ukuran:

Arab Saudi menemukan sekitar 110 juta ton bijih mengandung mineral tanah jarang dan uranium di kawasan Jabal Sayid, wilayah Madinah, sekitar 190 km dari Masjid Nabawi. Temuan tersebut meliputi sekitar 31 ribu ton sumber daya uranium dan 907 ribu ton mineral tanah jarang yang terdiri dari mineral berat seperti disprosium dan terbium serta mineral ringan seperti neodimium dan praseodimium. Penemuan strategis ini diumumkan setelah Arab Saudi dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan kerja sama nuklir sipil pada Juli, yang menempatkan Riyadh pada posisi unik untuk mengembangkan siklus bahan bakar nuklir sendiri dan menguasai rantai pasok mineral strategis.

Poin-Poin Utama

  • Arab Saudi menemukan sekitar 110 juta ton bijih yang mengandung mineral tanah jarang dan uranium di kawasan Jabal Sayid, wilayah Madinah.
  • Jabal Sayid berjarak sekitar 190 km dari Masjid Nabawi dan sekitar 350 km di timur laut Jeddah.
  • Temuan tersebut diumumkan oleh Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman dalam Sidang Umum Reguler ke-70 IAEA.
  • Arab Saudi dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan kerja sama nuklir sipil pada 22 Juli.
  • Kesepakatan nuklir sipil ditandatangani oleh Menteri Energi AS Chris Wright dan Pangeran Abdulaziz.
  • Departemen Energi AS menyebut kesepakatan tersebut sebagai landasan hukum kemitraan bernilai miliaran dolar selama beberapa dekade.
  • CSIS memperkirakan Jabal Sayid memiliki sekitar 31 ribu ton sumber daya uranium.
  • Kawasan tersebut diperkirakan mengandung sekitar 552 ribu ton mineral tanah jarang berat, termasuk disprosium dan terbium.
  • Jabal Sayid juga diperkirakan mengandung sekitar 355 ribu ton mineral tanah jarang ringan, termasuk neodimium dan praseodimium.
  • Uranium merupakan bahan baku penting dalam siklus bahan bakar nuklir.
  • Mineral tanah jarang dibutuhkan untuk teknologi kendaraan listrik, elektronik, turbin angin, dan sistem pertahanan.
  • Kombinasi uranium dan mineral tanah jarang menempatkan Arab Saudi pada posisi unik untuk mengembangkan siklus bahan bakar nuklir sendiri.
  • Arab Saudi berpotensi memasok sebagian material strategis kepada Amerika Serikat.
  • Jabal Sayid diperkirakan termasuk salah satu deposit mineral tanah jarang paling bernilai di dunia.
  • Penemuan itu diumumkan beberapa bulan setelah Riyadh dan Washington memperkuat kerja sama di bidang energi nuklir sipil.
Tagar Terkait
#arab saudi#madinah#iaea#uranium#energi nuklir#tanah jarang#jabal sayid#maaden
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya