Pansus DPD Dorong Peta Jalan Penanganan Konflik di Papua
Pansus Papua DPD RI mendorong pemerintah melakukan evaluasi nasional dan merumuskan peta jalan penanganan konflik di Papua dengan target waktu, indikator keberhasilan, serta mekanisme pengawasan. Menurut data Komnas HAM, selama semester I 2026 terjadi 42 peristiwa kekerasan yang menelan 59 korban meninggal dan 50 luka-luka di Papua. Pansus juga mendorong pembentukan tim investigasi, rekonsiliasi, atau dialog untuk memastikan Papua aman dan damai.
Poin-Poin Utama
- Pansus Papua DPD RI mendorong evaluasi nasional penanganan konflik di Papua.
- Filep Wamafma adalah Wakil Ketua Pansus Papua DPD.
- Pemerintah harus merumuskan peta jalan penanganan konflik yang terukur dan komprehensif.
- Usulan disampaikan dalam audiensi di kantor Bupati Mimika.
- Audiensi dihadiri perwakilan TNI, Komnas HAM, dan tokoh masyarakat setempat.
- Pansus mendalami kondisi pengungsi, korban kekerasan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
- Data Komnas HAM menunjukkan 42 peristiwa kekerasan dan konflik bersenjata di Papua pada semester I 2026.
- Konflik tersebut mengakibatkan 59 orang meninggal dunia.
- Sebanyak 50 orang mengalami luka-luka.
- Dari 59 korban meninggal, 43 orang merupakan warga sipil.
- Delapan aparat TNI atau Polri termasuk korban meninggal.
- Delapan anggota kelompok sipil bersenjata juga termasuk korban meninggal.
- Filep mendorong pemerintah membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus kekerasan.
- Filep menyatakan Presiden harus segera membentuk tim investigasi, tim rekonsiliasi, atau tim dialog.
- Ukuran keberhasilan penanganan Papua mencakup keamanan, pendidikan, dan layanan kesehatan yang pulih.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.