Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Kesehatan Netral

BPJS Kesehatan Sebut Penguatan FKTP Kunci Kendalikan Beban Penyakit Jantung di Papua

Jumat, 18 September 2026, 01:08 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

BPJS Kesehatan menegaskan penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai kunci vital pengendalian penyakit jantung dan beban pembiayaan di Papua, dengan mencatat 98.132 kasus layanan jantung selama 2024-2026. Banyaknya kasus tersebut merupakan dampak dari faktor risiko yang tidak terkendali di hulu, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian harus dimulai sejak tingkat pertama melalui pendekatan promotif dan preventif. BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan Program JKN melalui pendekatan Value-Based Health Care (VBHC) yang menekankan hasil kesehatan dan efisiensi biaya dibandingkan sekadar proses.

Poin-Poin Utama

  • BPJS Kesehatan menegaskan penguatan FKTP menjadi kunci vital mengendalikan kasus penyakit jantung di Papua.
  • Sebanyak 98.132 kasus layanan jantung tercatat dilayani di Papua sepanjang periode 2024 hingga 2026.
  • Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan pernyataan tersebut di Jayapura pada Kamis.
  • Banyak kasus penyakit jantung di Papua merupakan dampak faktor risiko yang tidak terkendali di tingkat hulu.
  • Penguatan pelayanan di tingkat FKTP diperlukan sebagai garda terdepan penanganan penyakit jantung.
  • Pengendalian penyakit jantung tidak cukup hanya dilakukan saat peserta membutuhkan pelayanan rumah sakit.
  • Upaya pengendalian harus dimulai dari tingkat pertama melalui penguatan upaya promotif dan preventif.
  • BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan Program JKN melalui pendekatan Value-Based Health Care.
  • Pendekatan VBHC menempatkan hasil kesehatan dan efisiensi biaya sebagai dasar utama pelayanan.
  • Penguatan upaya pencegahan mencakup pengendalian tekanan darah dan gula darah.
  • Pemantauan HbA1C secara rutin dan kepatuhan terhadap pengobatan turut diperkuat.
  • Pengawasan peserta dengan risiko tinggi menjadi bagian dari strategi pengendalian.
  • Di tingkat rumah sakit, penerapan mutu berbasis hasil melibatkan Heart Team untuk keputusan terpadu.
  • Evaluasi pelayanan bergeser dari pendekatan berbasis proses menjadi pendekatan berbasis hasil.
  • Keberlanjutan JKN ditentukan oleh kemampuan menghasilkan kualitas kesehatan optimal bagi masyarakat.
Tagar Terkait
#papua#bpjs kesehatan#jkn#penyakit jantung#fktp#value-based health care
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya