Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Daerah Netral

Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Muka Air Laut

Minggu, 6 September 2026, 12:00 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 2 kali
Ukuran:

BMKG mengintensifkan pemantauan 24 jam terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap kondisi laut di Selat Sunda. Pemantauan 20 sensor tsunami gauge tidak menunjukkan adanya anomali muka air laut, dengan probabilitas tsunami berada di tingkat rendah di bawah 40 persen. BMKG juga mencatat gangguan geomagnetik dan petir vulkanik, namun intensitasnya tidak sebesar letusan awal.

Poin-Poin Utama

  • Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026.
  • BMKG mengintensifkan pemantauan 24 jam terhadap aktivitas erupsi.
  • Pemantauan difokuskan pada kondisi laut di Selat Sunda.
  • 20 sensor tsunami gauge di Selat Sunda tidak menunjukkan anomali muka air laut.
  • Pemantauan dilakukan hingga pukul 07:00 WIB.
  • Teknologi High-Frequency (HF) Radar Array digunakan di Carita dan Tanjung Lesung.
  • Probabilitas tsunami berada di tingkat rendah, yaitu di bawah 40 persen.
  • Tinggi gelombang laut terjaga di kisaran satu meter.
  • BMKG mencatat fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik.
  • Petir vulkanik terdeteksi pada rentang waktu 12 jam terakhir.
  • Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat gangguan geomagnetik.
  • Gangguan geomagnetik selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik.
  • Intensitas gangguan sekunder tidak sebesar letusan awal.
  • Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan pernyataan resmi.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#bmkg#gunung#gunung erupsi#air laut
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya