Kesiapan Dana Pensiun Rendah, Lansia Bergantung pada Keluarga
Riset DBS Foundation menunjukkan 82,96 persen rumah tangga lansia di Indonesia bergantung pada penghasilan anggota keluarga yang bekerja, sementara kurang dari satu persen mengandalkan tabungan atau investasi. Proporsi penduduk lansia diproyeksikan melebihi 20 persen pada 2045, namun kepemilikan tabungan atau dana pensiun baru mencapai 5,37 persen meskipun inklusi keuangan telah mencapai lebih dari 90 persen. Perluasan skema dana pensiun yang fleksibel bagi pekerja sektor informal dianggap penting untuk mengatasi kesenjangan antara akses layanan keuangan dan kesiapan finansial menghadapi masa tua.
Poin-Poin Utama
- Riset DBS Foundation menunjukkan 82,96 persen rumah tangga lansia bergantung pada penghasilan anggota keluarga yang bekerja.
- Kurang dari satu persen rumah tangga lansia mengandalkan tabungan dan investasi sebagai sumber ekonomi.
- Proporsi penduduk lansia Indonesia telah mencapai 12 persen pada 2025.
- Penduduk lansia diproyeksikan melebihi 20 persen pada 2045.
- Inklusi keuangan kelompok usia 18-50 tahun mencapai 93,5 hingga 95,1 persen.
- Literasi keuangan kelompok usia 18-50 tahun berkisar 72,1 hingga 74,1 persen.
- Kepemilikan tabungan atau dana pensiun baru mencapai 5,37 persen dari populasi.
- Pemahaman mengenai pentingnya dana pensiun hanya sebesar 27,79 persen.
- Sebanyak 55,32 persen lansia masih bekerja.
- Dari lansia yang bekerja, 84,75 persen bekerja di sektor informal.
- Sebanyak 59,42 persen tenaga kerja nasional berada di sektor informal.
- Tingkat fertilitas total turun dari 3,11 anak per perempuan pada awal 1990-an menjadi 2,13 pada 2024.
- Tingkat fertilitas total diproyeksikan mencapai 1,97 pada 2045.
- Riset DBS Foundation berjudul Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?.
- Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK adalah Woro Srihastuti Sulistyaningrum.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.