Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Umum Netral

Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG Pastikan Selat Sunda Aman dari Tsunami

Minggu, 6 September 2026, 12:30 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 2 kali
Ukuran:

BMKG memastikan belum ada anomali muka air laut yang mengindikasikan potensi tsunami di Selat Sunda pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, berdasarkan data dari 20 tsunami gauge dan teknologi high-frequency radar di Carita dan Tanjung Lesung. Pemantauan dilakukan secara multi-instrumen dengan sistem terintegrasi untuk memastikan akurasi data dan kecepatan pengambilan keputusan. Meski probabilitas tsunami rendah, BMKG tetap meminta masyarakat pesisir Selat Sunda hingga Bengkulu untuk tetap waspada.

Poin-Poin Utama

  • BMKG memastikan belum terpantau anomali muka air laut yang mengindikasikan potensi tsunami di Selat Sunda.
  • Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi baru-baru ini.
  • Kepala BMKG adalah Teuku Faisal Fathani.
  • BMKG melakukan pengawasan ketat melalui puluhan perangkat pemantau di titik-titik strategis.
  • Data terakhir diambil hingga pukul 07.00 WIB, Minggu (6/9).
  • Seluruh instrumen pemantauan menunjukkan kondisi stabil.
  • BMKG memiliki 20 tsunami gauge di sekitar Selat Sunda.
  • High-frequency radar dipasang di Carita dan Tanjung Lesung.
  • Radar mampu mendeteksi potensi ancaman tsunami dari jarak 150 kilometer.
  • BMKG menerapkan sistem pemantauan multi-instrumen.
  • Seluruh data dari berbagai instrumen dianalisis secara terpadu.
  • Probabilitas tsunami saat ini dinyatakan masih rendah.
  • BMKG tetap meningkatkan kesiapsiagaan meskipun probabilitas rendah.
  • Masyarakat di Selat Sunda, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu diminta tetap waspada.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#erupsi#bmkg#selat sunda#tsunami
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya