IPB kembangkan model bisnis maggot berkonsep plasma-inti
LRI PGKH mengembangkan model bisnis maggot berkonsep plasma-inti dalam kerangka program Sinergi 2026 untuk mengolah sampah organik menjadi produk bernilai dengan pendekatan ekonomi sirkular. Model ini membagi peran di mana mitra sebagai plasma berfokus pada pembesaran maggot sementara pihak lain menangani tahapan budi daya lainnya, dan pembeli hasil produksi memastikan kepastian pasar. Tantangan utama yang dihadapi adalah proses pengeringan yang membutuhkan waktu lama secara konvensional atau investasi tinggi untuk mesin pengering berskala besar, yang menjadikan model ini sebagai percontohan untuk dikembangkan lebih luas.
Poin-Poin Utama
- IPB University mengembangkan model bisnis maggot berkonsep plasma-inti melalui Centras-LRI PGKH.
- Model ini mengolah sampah menjadi produk bernilai tambah.
- Pengembangan model menggunakan kerangka program Sinergi 2026.
- Mitra plasma berfokus pada pembesaran maggot tanpa harus menjalani seluruh proses budi daya.
- Keberadaan off-taker memberikan kepastian pasar bagi mitra plasma.
- Program Sinergi menerapkan pendekatan ekonomi sirkular dalam budi daya maggot.
- IPB University melakukan sosialisasi model bisnis, penandatanganan PKS, dan peminjaman mesin pengering maggot.
- Hubungan plasma-inti membutuhkan kepercayaan antara pihak-pihak yang terlibat.
- Model pengembangan melibatkan lima plasma di Jakarta, Bintaro, Tenjolaya, IPB University, dan Depok.
- Kelima plasma memiliki potensi bahan baku dan kondisi pengelolaan yang berbeda.
- Pengeringan menggunakan sinar matahari membutuhkan waktu beberapa hari.
- Mesin pengering berskala besar membutuhkan investasi yang tinggi.
- Mesin pengering merupakan dukungan teknologi utama dalam program ini.
- Model ini menghubungkan pengelolaan sampah organik, produksi, pengolahan, dan pasar secara berkelanjutan.
- Model ini dirancang menjadi percontohan untuk pengembangan lebih luas.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.