Karhutla di Kalimantan Tengah, Menhut dan BNPB Kawal Penanganannya Secara Langsung
Menhut Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Suharyanto memutuskan berkantor di Kalimantan Tengah untuk mengawal langsung penanganan karhutla, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC) sesuai perintah Presiden Prabowo agar dampak asap terhadap masyarakat diminimalisir. Tantangan yang dihadapi meliputi munculnya titik kebakaran baru setiap hari, lahan gambut yang dapat kembali menyala, serta kabut asap yang belum bisa dihilangkan tanpa angin atau hujan. Operasi OMC dipindahkan dari Bandara Cilik Riwut ke Bandara Syamsudin Noor dan Pangkalan Bun karena jarak pandang rendah, dengan mempertimbangkan prediksi hujan dari BMKG.
Poin-Poin Utama
- Menhut Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Suharyanto sepakat berkantor di Kalimantan Tengah.
- Tujuan berkantor di Kalteng adalah mengawal langsung penanganan karhutla.
- Salah satu fokus pengawalan adalah operasi modifikasi cuaca untuk pemadaman.
- Perintah Presiden Prabowo Subianto agar dampak karhutla terhadap masyarakat diminimalisir.
- Kabut asap menyelimuti Kalteng dan hujan belum turun selama sekitar sepekan.
- Luas lahan terbakar di wilayah itu sebelumnya tercatat sekitar 180 hektare.
- Satuan tugas pemadaman darat mampu memadamkan sekitar 150 hektare dalam sehari.
- Sekitar 30 hektare lahan masih dalam proses pemadaman saat berita dibuat.
- Titik kebakaran baru masih bermunculan setiap hari di lokasi kejadian.
- Lahan gambut yang telah padam dapat kembali menyala sendiri.
- Kabut asap tidak dapat dihilangkan secara langsung menggunakan teknologi.
- Dua faktor alami yang membantu mengurai asap adalah angin dan hujan.
- Pesawat OMC di Bandara Cilik Riwut tidak dapat beroperasi akibat jarak pandang rendah.
- Operasi OMC dipindahkan ke Bandara Samsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun.
- Pemindahan operasi OMC mempertimbangkan prediksi potensi hujan dari BMKG.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.