Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Guyur Cianjur dan Sukabumi
9 mengarah ke wilayah Banten dan Jawa Barat, termasuk Cianjur dan Sukabumi, sejak Sabtu (5/9) malam. Warga di Kampung Sukamantri, Sukabumi, dan Gang Harapan I, Cianjur, melaporkan debu berwarna cokelat kehitaman yang menempel pada pakaian dan benda aluminium. BPBD setempat menginstruksikan warga membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker, dan memperbanyak minum air putih.
Poin-Poin Utama
- Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada wilayah Cianjur dan Sukabumi.
- Abu vulkanik mulai teramati pada Sabtu malam, 5 September.
- Novita Wulandari (34), warga Kampung Sukamantari, Desa Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, menemukan debu berwarna hitam pada Minggu pagi, 6 September.
- Abu vulkanik juga menempel pada jemuran pakaian dan benda berbahan aluminium.
- Siddiq Permana (36), warga Gang Harapan I, Kelurahan Sayang, Cianjur, menemukan debu berwarna cokelat kehitaman saat membersihkan teras rumah.
- Analisis RGB Citra Himawari-9 pada 5 September pukul 16.00 WIB menunjukkan sebaran abu vulkanik menuju wilayah Banten dan Jawa Barat.
- BPBD Cianjur menganjurkan warga mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker.
- Warga diminta memperbanyak minum air putih sebagai langkah perlindungan.
- BPBD Sukabumi mencatat Kecamatan Cibadak, Cidahu, dan Nagrak terdampak cukup signifikan.
- Daeng Sutisna, Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, memperkirakan seluruh wilayah kecamatan terdampak.
- Yoseph Sabarrudin, Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, terus memantau perkembangan situasi.
- Potensi dampak abu vulkanik bergantung pada kondisi erupsi dan arah angin.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.