Bandara Soetta Ditutup, KAI Tambah Kereta ke Jakarta
KAI Daop 6 Yogyakarta menambah perjalanan kereta api untuk melayani penumpang menuju Jakarta sebagai alternatif transportasi akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (6/9). Penutupan bandara dimulai pukul 01.30 hingga 09.30 WIB sebagai antisipasi bahaya abu vulkanik bagi penerbangan. KAI juga menyarankan masyarakat yang terdampak untuk menggunakan masker, melindungi mata, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta segera menghubungi petugas jika mengalami keluhan kesehatan.
Poin-Poin Utama
- KAI Daop 6 Yogyakarta menambah perjalanan kereta api sebagai respons penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
- Bandara Soekarno-Hatta ditutup mulai pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB.
- Penutupan bandara dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi bahaya abu vulkanik bagi penerbangan.
- Dua perjalanan kereta api tambahan disiapkan untuk melayani penumpang menuju Jakarta.
- KA Tambahan relasi Yogyakarta-Gambir berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 18.20 WIB.
- KA Tambahan relasi Malang-Gambir berangkat dari Stasiun Malang pada pukul 20.15 WIB.
- Kereta dari Yogyakarta tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 02.32 WIB dan melanjutkan perjalanan ke Gambir pukul 02.37 WIB.
- Penambahan perjalanan kereta untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat yang membutuhkan alternatif transportasi darat.
- Manager Humbas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyampaikan informasi tersebut pada Minggu (6/9).
- KAI Daop 6 hadir memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
- KAI menasihati masyarakat di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik untuk menggunakan masker dan pelindung mata.
- Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan selama sebaran abu vulkanik.
- Masyarakat disarankan memastikan barang bawaan dan makanan minuman tersimpan dalam wadah tertutup rapat.
- Penumpang mengalami keluhan kesehatan seperti sesak napas atau iritasi dapat menghubungi petugas di stasiun maupun di atas kereta.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.