Menguji Target Pertumbuhan 6 Persen di Tengah Proyeksi Moderat Lembaga Global
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dengan strategi menjaga inflasi rendah, perlindungan sosial, hilirisasi, dan digitalisasi, serta target investasi sekitar 7 persen. Target tersebut berada di atas proyeksi ADB sebesar 5,2 persen dan OECD sebesar 5,1 persen yang dipengaruhi risiko ketegangan geopolitik dan suku bunga global yang tinggi. Fundamental ekonomi nasional dinilai solid dengan pertumbuhan semester I-2026 sebesar 5,45 persen dan realized investasi Rp1.010 triliun.
Poin-Poin Utama
- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
- Target pertumbuhan investasi sekitar 7 persen pada 2027.
- Asian Development Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,2 persen pada 2027.
- Organisation for Economic Co-operation and Development memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,1 persen pada 2027.
- Proyeksi ADB dan OECD diterbitkan pada September 2026.
- Pertumbuhan ekonomi semester I-2026 sebesar 5,45 persen.
- Inflasi tercatat 3,19 persen.
- Realized investment mencapai Rp1.010 triliun.
- Investasi tersebut menyerap 1,9 juta tenaga kerja.
- Biaya logistik ditargetkan turun dari 14 persen menjadi 10 persen.
- Pemerintah mendorong 25 perjanjian perdagangan dan proses aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development.
- Target jangka menengah pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
- Risiko ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mendorong kenaikan harga minyak.
- Suku bunga global yang bertahan tinggi dapat meningkatkan beban anggaran pemerintah.
- Kementerian Koordinator Perekonomian menyiapkan strategi menjaga inflasi tetap rendah dan stabil.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.