Sejarah Baru: Pemimpin Negara Bagian Jerman ini Pertama Kali Kunjungi Turki
Westphalia Hendrik Wust memulai kunjungan resmi pertama ke Turki pada September 2026 dengan menyerukan pembukaan "babak baru" hubungan kedua negara sekaligus memperingati 65 tahun perjanjian perekrutan tenaga kerja Jerman-Turki tahun 1961. Kunjungan tersebut membawa makna khusus karena North Rhine-Westphalia merupakan negara bagian dengan populasi warga keturunan Turki terbesar di Jerman, sekitar satu juta orang, dan Wust berharap closeness demografis itu dapat diterjemahkan menjadi kerja sama ekonomi dan politik yang lebih erat.
Poin-Poin Utama
- Perdana Menteri North Rhine-Westphalia Hendrik Wust menyerukan pembukaan babak baru hubungan Jerman dan Turki.
- Wust memulai kunjungan tiga hari ke Turki pada Senin, 28 September 2026.
- North Rhine-Westphalia merupakan negara bagian dengan penduduk terbanyak di Jerman.
- Sekitar sepertiga warga keturunan Turki di Jerman bermukim di North Rhine-Westphalia.
- Wust diterima Presiden Recep Tayyip Erdogan tidak lama setelah tiba di Ankara.
- Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan 65 tahun perjanjian perekrutan tenaga kerja Jerman-Turki pada 1961.
- Kesepakatan tahun 1961 membuka jalan bagi kedatangan pekerja tamu Turki ke Jerman Barat.
- Saat ini sekitar tiga juta orang keturunan Turki tinggal di Jerman.
- Sedikit lebih dari separuh warga keturunan Turki di Jerman telah memegang kewarganegaraan Jerman.
- Wust menjadi perdana menteri North Rhine-Westphalia pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Turki.
- Wust direncanakan mengunjungi fasilitas Henkel, perusahaan yang berbasis di Düsseldorf.
- Wust kedepankan kunjungan ke mausoleum Mustafa Kemal Ataturk di Ankara.
- Agenda di Istanbul mencakup konferensi bisnis yang mempertemukan kepentingan ekonomi kedua negara.
- Dimensi sosial dan hubungan antarmasyarakat menjadi bagian penting agenda kunjungan Wust.
- Wust kedepankan tidak ada wilayah di Jerman yang memiliki hubungan sedekat North Rhine-Westphalia dengan Turki.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.