Beranda Rabu, 30 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Rupiah Sempat Terkapar ke Rp18.000/USD, BI: Masih Lebih Baik dari Won Korea dan Ringgit Malaysia

Rabu, 30 September 2026, 15:11 WIB Sumber: Sindonews
Ukuran:

Bank Indonesia menyatakan volatilitas pergerakan rupiah sebesar 7,30% masih lebih terkendali dibandingkan mata uang negara peers di Asia seperti Won Korea Selatan yang mencapai 15,6%, Peso Filipina 8,7%, dan Ringgit Malaysia 8,59%, meskipun rupiah secara kumulatif terdepresiasi 7,74% year-to-date hingga September. Menurut Erwin Gunawan Hutapea, tekanan pada nilai tukar rupiah bersumber dari struktur fundamental ekonomi domestik, terutama defisit transaksi berjalan yang menyebabkan kebutuhan valuta asing lebih besar daripada kemampuan produksi valas dalam negeri. BI menegaskan tugas bank sentral adalah menjaga stabilitas nilai tukar agar pergerakan tetap terukur dan terkendali.

Poin-Poin Utama

  • Rupiah terdepresiasi 7,74% secara year-to-date hingga 29 September.
  • Volatilitas Rupiah tercatat 7,30%.
  • Volatilitas Won Korea Selatan menyentuh 15,6%.
  • Volatilitas Peso Filipina sebesar 8,7%.
  • Volatilitas Ringgit Malaysia berada di level 8,59%.
  • Tekanan pada nilai tukar bersumber dari defisit transaksi berjalan.
  • Defisit transaksi berjalan menyebabkan kebutuhan valas melampaui produksi dalam negeri.
  • Bank Indonesia bertugas menjaga agar pergerakan nilai tukar tetap terukur.
  • Volatilitas Rupiah lebih rendah dibandingkan volatilitas mata uang negara-negara peers.
  • Erwin Gunawan Hutapea adalah Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia.
  • Penjelasan disampaikan dalam taklimat media pada 30 September 2026.
  • Secara fundamental, ketika transaksi berjalan defisit, kebutuhan valas melampaui kemampuan produksi valas domestik.
  • Bank Indonesia memastikan volatilitas Rupiah tetap terkendali di tengah tekanan dolar AS regional.
Tagar Terkait
#bank indonesia#rupiah#dolar as#nilai tukar#volatilitas#won korea#ringgit malaysia
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya