LSF Dorong Pelajar Lebih Bijak Memilih Tontonan Sesuai Usia
Lembaga Sensor Film mendorong pelajar lebih bijak memilih tontonan sesuai usia melalui program LSF Goes to School di SMP Al Fajar Bekasi. Program ini mengajarkan budaya sensor mandiri dengan cara mencari informasi film, memperhatikan klasifikasi usia, dan mempertimbangkan kesesuaian sebelum menonton. Dalam kegiatan tersebut, pelajar juga diperkenalkan dengan film Ghosthing produksi Imperial Pictures yang memperoleh klasifikasi 13 tahun ke atas dan dijadwalkan tayang mulai 15 Oktober 2026.
Poin-Poin Utama
- Lembaga Sensor Film (LSF) melaksanakan program LSF Goes to School di SMP Al Fajar Bekasi pada 28 September 2026.
- Program tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Imperial Pictures.
- Para pelajar diajak memahami budaya sensor mandiri dan proses kreatif perfilman.
- Budaya sensor mandiri dimulai dari mencari informasi film, memperhatikan klasifikasi usia, dan mempertimbangkan kesesuaian sebelum menonton.
- Pilihan tontonan kini tersedia tidak hanya di bioskop tetapi juga melalui platform digital.
- Acara tersebut menghadirkan Yasamin Jasem dan Leony V. H, pemain film Ghosthing, serta produser Hartawan Triguna.
- Produser eksekutif Ghosthing, Peter Surya Wijaya, menyatakan film dapat menjadi ruang menikmati cerita sekaligus mengenal sudut pandang baru.
- Film Ghosthing bergenre komedi horor.
- Cerita Ghosthing mengisahkan Alfian, perias jenazah yang mampu melihat arwah, dan Maya, arwah influencer yang mencari penyebab kematiannya.
- Ghosthing dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026.
- LSF memberikan klasifikasi 13 tahun ke atas untuk film Ghosthing.
- Para pelajar diperkenalkan dengan pentingnya mencari informasi sebelum menonton film.
- LSF mendorong pelajar membangun kebiasaan mempertimbangkan kesesuaian tontonan dengan usia mereka.
- Literasi film meliputi kemampuan memahami isi cerita dan membangun kesadaran dalam memilih tayangan.
- Pertemuan antara insan perfilman dan pelajar diharapkan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap film Indonesia.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.