Beranda Kamis, 1 Oktober 2026

!online

Politik Positif

Secercah Harapan dari Gontor

Kamis, 1 Oktober 2026, 08:06 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

nya, terbukti melalui penyampaian pandangan lugas namun santun oleh KH Hasan Abdullah Sahal di hadapan pimpinan negara. Sikap berani untuk berkata apa adanya di hadapan penguasa menjadi bukti bahwa civil society sebagai elemen demokrasi masih hidup dan diperlukan untuk menjaga peradaban yang rasional dan egaliter. Di tengah kekhawatiran para ahli tentang degradasi demokrasi, keteguhan sikap Gontor menawarkan secercah harapan bagi bangsa.

Poin-Poin Utama

  • Pondok Modern Darussalam Gontor didirikan oleh tiga ulama yang disebut tiga serangkai.
  • Tiga serangkai pendiri Gontor adalah KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fannanie, dan KH Imam Zarkasyi.
  • Pesantren Gontor memiliki DNA masyarakat madani yang kuat.
  • Gontor mengajarkan prinsip berpikir bebas kepada para santrinya sejak dini.
  • Prinsip berpikir bebas menjadi akar bagi tumbuhnya sikap kritis di kalangan santri.
  • KH Hasan Abdullah Sahal adalah pimpinan Pondok pesantren Gontor saat ini.
  • KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan pandangan secara lugas di hadapan pimpinan negara.
  • Sang kiai menyatakan bersedia dikritik oleh para santri jika kinerjanya tidak menunjukkan semangat egaliterianisme.
  • KH Hasan Abdullah Sahal berdiri tegak saat menyalami Presiden.
  • Gestur tersebut melambangkan kesejajaran antara pemimpin bangsa dan ulama.
  • Kemampuan berkata apa adanya di hadapan penguasa menjadi sesuatu yang langka di Indonesia.
  • Gontor membuktikan bahwa masyarakat madani belum mati di Indonesia.
  • Para ahli politik memperingatkan bahwa eksistensi demokrasi Indonesia semakin terpuruk.
  • Sikap kritis dalam sejarah peradaban manusia merupakan musuh alami feodalisme.
  • Gontor membawa secercah harapan di tengah terpuruknya demokrasi Indonesia.
Tagar Terkait
#demokrasi#pesantren#gontor#civil society#egaliterianisme#kebebasan berpikir
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya