Beranda Kamis, 1 Oktober 2026

!online

News Negatif

Keamanan dan Privasi Perempuan-Anak di Nepal Sangat Rentan Usai Banjir

Kamis, 1 Oktober 2026, 18:03 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 1 kali
Ukuran:

anak di Nepal yang masih sangat rentan terkait keamanan dan privasi satu bulan setelah banjir bandang pada akhir Agustus yang menewaskan sekitar 1450 orang. Save the Children Nepal memperingatkan bahwa tempat penampungan sementara yang dibangun tanpa perencanaan memadai, seperti penerangan yang kurang dan minimnya kamar mandi terpisah serta ruang pribadi, meningkatkan risiko eksploitasi, kekerasan, dan perdagangan manusia. Banyak pengungsi, termasuk perempuan hamil dan anak-anak, tinggal di tenda darurat yang tidak memenuhi kebutuhan keamanan dan privasi dasar mereka.

Poin-Poin Utama

  • Banjir bandang melanda Nepal pada 26 Agustus yang dipicu runtuhnya gletser di perbatasan Nepal-China.
  • Banjir menewaskan sekitar 1.450 orang dan menyebabkan lebih dari 5.500 orang hilang.
  • Biaya rekonstruksi diperkirakan mencapai 4,2 miliar euro atau setara Rp85,2 triliun.
  • Karishma Tamang, perempuan berusia 26 tahun yang hamil, kehilangan komunitasnya di Distrik Rasuwa.
  • Ratusan orang berbagi tempat penampungan yang sama selama berhari-hari di aula Pemerintah Kota Bidur, Distrik Nuwakot.
  • Kini ratusan pengungsi masih tinggal di tempat penampungan sementara dan tenda darurat di Distrik Nuwakot dan Dhading.
  • Tenda-tenda darurat di Barahachaur bocor saat hujan turun sehingga pengungsi tidak bisa tidur nyenyak.
  • Tidak ada toilet yang layak di area pengungsian meskipun kakus darurat kecil telah dibuat.
  • Saudara laki-laki Karishma dan dua keponakannya masih belum ditemukan hingga kini.
  • Sabita Tamang kehilangan putrinya berusia 5 tahun, keponakan laki-laki, dan keponakan perempuan dalam banjir.
  • Sabita harus berjalan jauh ke sumber air terdekat untuk mandi dan mengambil air.
  • Save the Children Nepal memperingatkan risiko perdagangan manusia, kekerasan, eksploitasi, dan pernikahan anak di wilayah terdampak.
  • Tempat penampungan sementara dibangun tanpa perencanaan yang memadai.
  • Kamp-kamp pengungsian memiliki penerangan yang tidak memadai pada malam hari serta kekurangan kamar mandi terpisah dan ruang pribadi.
  • Akses tanpa batas bagi orang tidak dikenal meningkatkan risiko pelecehan dan eksploitasi bagi remaja perempuan dan anak-anak.
Tagar Terkait
#banjir#keamanan#perempuan#nepal#anak-anak#pengungsian#privasi#perdagangan manusia
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya