Struktur Baru PBNU Selain Tanfidziyah: JK Jadi Mustasyar, Kiai Cholil Rais Syuriah
PBNU mengumumkan struktur kepengurusan masa khidmat 2026-2031 di bawah kepemimpinan KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz yang meliputi jajaran Mustasyar, A'wan, Syuriyah, dan Tanfidziyah. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla masuk dalam jajaran Mustasyar, sementara KH Muhammad Cholil Nafis dipercaya sebagai salah satu Rais Syuriyah bersama ulama dan akademisi lainnya. Struktur ini dirancang sebagai kombinasi pengurus yang milenial dan siap menyapa Generasi Z.
Poin-Poin Utama
- Struktur PBNU masa khidmat 2026-2031 resmi diumumkan setelah kepengurusan baru di bawah kepemimpinan KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz terbentuk.
- Jusuf Kalla mengisi jajaran Mustasyar PBNU periode 2026-2031.
- KH Muhammad Cholil Nafis dipercaya menjadi Rais Syuriyah PBNU.
- Struktur PBNU mencakup empat jenjang utama, yaitu Mustasyar, A'wan, Syuriyah, dan Tanfidziyah.
- Jajaran Mustasyar terdiri dari sembilan tokoh nasional dan ulama senior, termasuk KH Ma'ruf Amin, Prof Moh Mahfud MD, dan Gus Mus.
- KH Miftachul Akhyar tetap dipercaya sebagai Rais Aam PBNU.
- Rais Aam didampingi lima Wakil Rais Aam yang meliputi KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, dan dua tokoh lainnya.
- Jajaran Rais Syuriyah terdiri dari sembilan ulama dan akademisi, di antaranya Menteri Agama KH Nasaruddin Umar dan Prof Nadirsyah Hosen.
- Prof KH Mohammad Nuh dipercaya sebagai Katib Aam PBNU.
- KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU.
- Sebanyak tujuh Wakil Ketua Umum mendampingi Ketua Umum PBNU.
- Gudfan Arif atau Gus Gudfan ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.
- Sekretaris Jenderal PBNU dibantu 31 Wakil Sekretaris Jenderal.
- Jajaran Ketua PBNU diisi 26 tokoh dari berbagai latar belakang.
- Jajaran A'wan PBNU terdiri dari tokoh ulama, akademisi, birokrat, dan tokoh daerah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.