Kepala BNPB Pastikan Percepatan Realisasi Bantuan Pascabencana NTT
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melakukan kunjungan kerja ke Flores, NTT untuk meninjau progres pemulihan bencana, termasuk hunian sementara di Kabupaten Sikka bagi 1.055 Kepala Keluarga korban bencana dengan rincian Rusak Berat 153 unit, Rusak Sedang 371 unit, dan Ringan 531 unit, serta hunian tetap relokasi mandiri di Flores Timur bagi korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki sebanyak 238 unit yang tersebar di 12 kecamatan. Kepala BNPB menegaskan bahwa seluruh pembangunan hunian tetap tidak akan membebani masyarakat sedikitpun karena merupakan wujud kehadiran negara, dan apabila ada pihak yang memungut biaya akan ditindak tegas. BNPB juga menyetujui penggunaan alat berat danarmada truk setempat untuk mengangkut material pembangunan agar dapat memutar roda perekonomian warga sekitar.
Poin-Poin Utama
- Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
- Kunjungan kerja diawali di Kabupaten Sikka untuk meninjau hunian sementara percontohan.
- Hunian sementara percontohan berada di Lapangan Pusat Jajanan dan Cenderamata Maumere, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.
- Penyaluran bantuan hunian merujuk pada SK Bupati Sikka Nomor 441/HK/2026 tanggal 25 September 2026.
- Total penerima bantuan di Kabupaten Sikka sebanyak 1.055 Kepala Keluarga.
- Rincian bantuan di Kabupaten Sikka meliputi Rusak Berat 153 unit, Rusak Sedang 371 unit, dan Ringan 531 unit.
- Warga terdampak yang tidak tinggal di huntara mendapat Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan.
- Rombongan Kepala BNPB melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Waidoko, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur.
- Di Desa Waidoko, Kepala BNPB meninjau lokasi pembangunan huntap relokasi mandiri korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
- Sekitar 50 warga penerima manfaat huntap hadir dalam kunjungan tersebut.
- Kepala BNPB menegaskan pembangunan huntap tidak membebani masyarakat dan tidak ada pungutan dalam bentuk apapun.
- Kepala BNPB menyetujui penggunaan armada truk lokal untuk mengangkut material pembangunan huntap.
- Alat berat ekskavator untuk pembangunan huntap didukung oleh BNPB dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
- Kunjungan ditutup dengan makan siang bersama warga dan pemberian bingkisan untuk anak-anak.
- Total huntap relokasi mandiri tahap 2 dibangun 238 unit di 12 kecamatan Flores Timur.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.