Korea Selatan Usulkan Perundingan soal Isi Garis Perbatasan dengan Korut
Korea Selatan mengusulkan perundingan dengan Korea Utara terkait ledakan ranjau di zona demiliterisasi yang melukai tiga personel militernya pada 21 September. Menteri Unifikasi Korsel Chung Dong-young menilai insiden tersebut berakar pada perebutan garis gencatan senjata dan meminta kedua pihak berkomunikasi serta memverifikasi ulang garis demarkasi militer. Korea Utara membantah terlibat dan menolak tuduhan Seoul sebagai tindakan provokasi.
Poin-Poin Utama
- Mentri Unifikasi Korea Selatan Chung Dong-young mengusulkan perundingan soal ledakan ranjau di zona demiliterisasi.
- Ledakan ranjau terjadi pada 21 September 2026.
- Tiga personel militer Korea Selatan terluka dalam insiden tersebut.
- Dua ranjau meledak dan satu ranjau ditemukan tanpa meledak di lokasi yang sama.
- Militer Korea Selatan menyatakan ranjau tersebut dipasang oleh Korea Utara.
- Korsel menilai insiden itu sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata.
- Korsel menuntut permintaan maaf dan langkah yang sesuai dari Pyongyang.
- Korea Utara membantah keterlibatan dan menyebut tuduhan Seoul sebagai provokasi.
- Chung Dong-young mengusulkan pertemuan langsung dengan Pyongyang.
- Usulan mencakup verifikasi Garis Demarkasi Militer dan survei ulang terhadap garis perbatasan.
- Chung menyatakan akar masalah insiden ini terletak pada persoalan garis gencatan senjata.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.