Beranda Sabtu, 3 Oktober 2026

!online

Hukum Netral

Puluhan Paket Kokain Dicuri dari Lemari Barang Bukti, Diganti Tepung Terigu

Sabtu, 3 Oktober 2026, 17:05 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

paket sisanya menunjukkan seluruh barang bukti yang tersimpan telah dimanipulasi dan tidak mengandung narkoba. Laporan PBB menyebut Fiji telah menjadi pusat regional perdagangan narkoba di Pasifik, dengan lonjakan penangkapan lebih dari tiga kali lipat pada 2023 dan kasus HIV yang kini ditetapkan sebagai darurat nasional.

Poin-Poin Utama

  • Polisi Fiji menyelidiki pencurian besar-besaran narkoba sitaan dari ruang penyimpanan barang bukti.
  • Tiga puluh sembilan paket kokain disita dalam penggerebekan tahun 2019 dari Joshua Aziz Rahman.
  • Setiap paket kokain berbobot sekitar 1 kilogram dengan total nilai 31 juta dolar Fiji.
  • Tujuh paket kokain ditemukan hilang pada awal tahun ini.
  • Uji forensik pada 15 September mengungkap kokain di ruang penyimpanan telah diganti tepung terigu.
  • Barang bukti dimanipulasi di bawah pengawasan polisi di Pengadilan Tinggi Suva.
  • Penyelidikan berfokus pada pihak yang mengelola barang bukti di administrasi pengadilan.
  • Kasus narkoba di Fiji meningkat sejak tahun 2018.
  • Laporan PBB menyebut Fiji sebagai pusat regional perdagangan narkoba di Pasifik.
  • Penangkapan terkait narkoba meningkat lebih dari tiga kali lipat pada 2023.
  • Sebagian besar penangkapan melibatkan sabu sintetis.
  • Fiji terletak di persimpangan jalur perdagangan narkoba dari Amerika Latin.
  • Penyalahgunaan sabu melalui suntikan memicu lonjakan kasus HIV di Fiji.
  • Fiji menetapkan kasus HIV sebagai darurat nasional.
  • Satu dari setiap 60 penduduk Fiji telah terinfeksi HIV.
Tagar Terkait
#pbb#hiv#barang bukti#perdagangan narkoba#fiji#pencurian narkoba#kokain#tepung terigu
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya