Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Dua Kali, Intensitas Menurun tapi Abu Terbawa Angin ke Banten
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami dua kali erupsi pada Minggu (6/9/2026), dengan erupsi terakhir tercatat pada pukul 07.10 WIB. Intensitas erupsi disebut mulai menurun dibandingkan kondisi dua hari sebelumnya, namun pemantauan visual kolom abu terkendala cuaca berkabut dan kerusakan kamera CCTV akibat letusan. Abu vulkanik dari aktivitas tersebut mulai berdampak menyebar ke sejumlah wilayah di Banten.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau mengalami 2 erupsi pada Minggu, 6 September 2026.
- Erupsi pertama terjadi pada waktu subuh dan erupsi kedua tercatat pukul 07.10 WIB.
- Intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menurun dibanding kondisi 2 hari sebelumnya.
- Ketinggian kolom abu dari letusan terbaru belum dapat diamati.
- Cuaca berkabut di sekitar gunung menjadi penyebab kolom abu tidak terlihat.
- Cuaca berkabut dipicu oleh penguapan air laut.
- Kamera pemantau CCTV mengalami kerusakan akibat material letusan.
- Kamera yang terpasang di kawasan Krakatau tidak berfungsi.
- Sekitar 3 sampai 4 kamera terpasang untuk memantau aktivitas gunung.
- Petugas mengandalkan seismometer atau alat perekam getaran untuk memantau aktivitas.
- Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
- Abu vulkanik tersebar ke sejumlah wilayah di Provinsi Banten.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Tribun News.