Iran Ancam Serang Pangkalan-Kapal Perang AS Jika Ada Invasi Darat
Iran mengancam akan menyerang seluruh pangkalan militer dan kapal perang Amerika Serikat jika Washington melancarkan invasi darat ke negara tersebut. Ancaman tersebut disampaikan oleh Komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ali Fadavi yang menyatakan bahwa Iran memahami bahasa kekuatan militer dan kemampuan pertahanannya telah meningkat signifikan. Iran juga memperingatkan bahwa pangkalan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah dapat menjadi sasaran sebagai respons atas setiap serangan terhadap wilayah Iran.
Poin-Poin Utama
- Iran mengancam menyerang seluruh pangkalan militer dan kapal perang AS jika Washington melancarkan invasi darat.
- Ancaman tersebut dilontarkan oleh komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran Ali Fadavi.
- Ali Fadavi menjabat kepala kelompok penasihat bagi panglima tertinggi IRGC.
- Pernyataan disampaikan dalam program televisi pemerintah Iran pada Minggu 4 Oktober 2026 malam.
- Fadavi menyatakan Iran akan menargetkan setiap lokasi, pangkalan, dan kapal yang terkait dengan Amerika.
- Fadavi menilai AS memahami bahasa kekuatan militer.
- Tingkat produksi peralatan militer Iran disebut telah melampaui tingkat penggunaannya.
- Kemampuan militer Iran diklaim meningkat signifikan dibandingkan dua perang sebelumnya.
- Iran dan Oman perlu menyusun aturan yang mengatur jalur Selat Hormuz.
- Aturan tentang Selat Hormuz telah dipersiapkan dan sedang diterapkan menurut Fadavi.
- Kapal-kapal AS akan rentan terhadap serangan Iran jika dikerahkan ke Selat Hormuz.
- Fadavi menyatakan Iran tidak pernah menyerang negara Muslim.
- Teheran menargetkan pangkalan militer AS yang ada di negara-negara Muslim.
- Washington mengerahkan kapal induk dan pasukan amfibi ke kawasan Timur Tengah.
- AS memperkuat pertahanan udara dan rudal di pangkalan militernya di kawasan tersebut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.