Konsumsi Warga AS Tetap Kuat saat Inflasi dan Ketidakpastian Ekonomi
Konsumsi rumah tangga Amerika Serikat tetap kuat di tengah inflasi 3,4% dan ketidakpastian ekonomi, dengan belanja meningkat 6,1% dalam 12 bulan hingga Agustus 2026, didorong oleh kenaikan harga dan kenaikan volume pembelian riil sebesar 2,6% yang didukung oleh kekayaan bersih yang meningkat akibat kenaikan harga properti dan saham. Meskipun indeks kepercayaan konsumen mencapai level hampir terendah dalam 12 tahun, rumah tangga tetap meningkatkan pengeluaran karena kondisi ketenagakerjaan yang stabil dan suku bunga yang mendukung, sementara rumah tangga dengan pendapatan lebih rendah menghadapi tekanan akibat tingkat tabungan yang rendah sebesar 4,1%.
Poin-Poin Utama
- Pengeluaran rumah tangga AS melonjak 6,1% dalam 12 bulan hingga Agustus 2026.
- Pertumbuhan tahunan sebelumnya tercatat 4,3% pada akhir 2025.
- Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 direvisi naik karena belanja konsumen kuat.
- Tingkat pengangguran AS berada di 4,5%.
- Tingkat tabungan AS turun menjadi 4,1% dari penghasilan setelah pajak.
- Angka ini menurun hampir 50% dibandingkan tingkat pra-pandemi.
- Inflasi AS tercatat 3,4%.
- Volume pembelian riil naik 2,6% setelah disesuaikan dengan inflasi.
- Indeks S&P 500 menghasilkan pengembalian sekitar 32% sejak Mei 2025.
- MasterCard memproyeksikan belanja liburan AS naik 5,5% tahun ini.
- Angka tersebut menjadi pertumbuhan tercepat sejak 2022.
- Sentimen konsumen AS mendekati rekor terendah dalam 12 tahun terakhir.
- Kenaikan harga menyumbang sekitar 50% dari pertumbuhan belanja konsumen.
- Rumah tangga berpendapatan rendah semakin bergantung pada tabungan dan kartu kredit.
- Austan Goolsbee menegaskan belanja konsumen tetap menjadi mesin utama pertumbuhan PDB AS.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.