Rupiah menguat seiring penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
Rupiah ditutup menguat 84 poin atau 0,47 persen ke level Rp17.882 per dolar AS. Penguatan ini didorong oleh penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menyusul data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan, yakni indeks PCE inti naik 3 persen secara tahunan pada Agustus. Pasar tetap mewaspadai potensi eskalasi konflik AS-Iran melalui Selat Hormuz yang dapat memengaruhi risiko inflasi global.
Poin-Poin Utama
- Rupiah menguat 84 poin atau 0,47 persen menjadi Rp17.882 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat.
- Penutupan sebelumnya rupiah berada di level Rp17.966 per dolar AS.
- Penguatan rupiah didorong penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
- Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 26 persen.
- Pekan sebelumnya peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 69 persen.
- Indeks harga PCE utama AS naik 3,4 persen secara tahunan pada Agustus.
- Indeks harga PCE utama AS berada di bawah perkiraan konsensus 3,7 persen.
- Indeks harga PCE inti AS naik 3 persen secara tahunan, lebih rendah dari ekspektasi 3,3 persen.
- Angka PCE inti AS pada Juli sebesar 3,3 persen.
- PCE inti AS naik 0,2 persen secara bulanan, turun dari bulan sebelumnya.
- Proyeksi kenaikan PCE inti secara bulanan sebesar 0,3 persen.
- Konflik AS dengan Iran memanas seiring rencana serangan bom pada November.
- Selat Hormuz menjadi jalur pelayaran vital bagi pasokan energi global.
- Kurs JISDOR bergerak menguat ke level Rp17.898 per dolar AS.
- Kurs JISDOR sebelumnya di level Rp17.937 per dolar AS.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.