Kematian Misterius Teknisi Lab Wabah Pes di Rusia, Apa yang Diketahui?
Seorang teknisi laboratorium wanita berusia akhir 20-an di Institut Anti-Wabah Siberia dan Timur Jauh, Rusia, meninggal dalam keadaan misterius dengan gejala pneumonia yang belum diketahui penyebabnya, sementara hampir 200 orang yang melakukan kontak dengannya berada dalam pemantauan medis sebagai langkah pencegahan. Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan tengah mencermati situasi ini dengan sangat serius, namun Rubio menegaskan tidak ada alasan untuk panik karena penyakit ini dapat ditangani dengan antibiotik. otoritas Rusia melalui Rospotrebnadzor menyatakan tidak menemukan situasi darurat di institut tersebut dan meminta masyarakat tidak mendengarkan rumor, melainkan berpegang pada pernyataan resmi.
Poin-Poin Utama
- Sekitar 200 orang yang melakukan kontak dengan perempuan yang meninggal berada dalam pemantauan medis.
- Perempuan tersebut bernama Daria dan berusia akhir 20-an.
- Daria mengunjungi wilayah Buryatia di perbatasan dengan Mongolia.
- Gubernur Irkutsk Igor Kobzev menyatakan penyebab kematiannya adalah pneumonia dengan penyebab belum diketahui.
- Tidak ditemukan mikroorganisme terkait pekerjaannya dalam sampel biologis Daria.
- Belum ada laporan mengenai staf lain dari lembaga penelitian tersebut yang mencari pertolongan medis.
- Rospotrebnadzor menyatakan tim keamanan hayati telah memeriksa Institut Anti-Wabah Siberia dan Timur Jauh di Irkutsk.
- Rospotrebnadzor tidak menemukan situasi darurat di institut tersebut.
- Institut Anti-Pes Siberia dan Timur Jauh didirikan lebih dari 100 tahun lalu.
- Institut tersebut didirikan sebagai respons terhadap wabah yang terjadi pada dekade 1920-an.
- Bakteri Yersinia pestis menyebabkan pes yang menewaskan hingga separuh populasi Eropa pada abad ke-14.
- Pes pneumonik hampir selalu berakibat fatal jika tidak diobati.
- Pes pneumonik dapat ditangani dengan antibiotik.
- Pes pneumonik dapat menular dari orang ke orang.
- Presiden Trump mengatakan Amerika Serikat tengah mencermati kasus tersebut dengan sangat serius.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.