Politik Positif
Pancasila Dinilai Efektif Jadi Jembatan Perbedaan, Ideologi Ekstrem, dan Politik Pecah Belah
nilainya menjadi living values dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Poin-Poin Utama
- Dr Amir Mahmud adalah pengamat radikalisme dan terorisme.
- Dr Amir Mahmud adalah dosen Pascasarjana Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta.
- Dr Amir Mahmud adalah Direktur Amir Mahmud Center.
- Pancasila terbukti efektif sebagai jembatan perbedaan suku, ras, dan agama di Indonesia.
- Indonesia menghadapi dua ancaman secara bersamaan, yaitu ekstremisme beragama dan politik identitas.
- Ideologi ekstrem saat ini bergerak secara vulgar di media sosial.
- Narasi kebencian dikemas dengan bahasa agama dan nasionalisme palsu.
- Pendekatan keamanan baru efektif ketika ujaran kebencian berubah menjadi tindakan fisik bersenjata.
- Ujaran kebencian di ranah wacana perlu dihadapi melalui literasi moderat dan dialog kebangsaan.
- Politik pecah belah dinilai sama berbahayanya dengan ideologi transnasional.
- Penguatan Pancasila perlu dilakukan hingga tingkat kelurahan melalui FGD dan forum diskusi terbuka.
- Masyarakat perlu memiliki kemampuan mengenali narasi intoleransi dan radikalisme.
- Pancasila harus dipahami, dikaji, dan dibuktikan relevansinya melalui praktik kehidupan.
- Kesaktian Pancasila terletak pada kemampuannya menjadi nilai hidup dalam perilaku masyarakat.
- Kekuatan Pancasila diukur dari kemampuannya menjawab persoalan nyata bangsa.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di RepublikaHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.