Beranda Selasa, 6 Oktober 2026

!online

Ekonomi Netral

Rupiah Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS Seiring Melandainya Suku Bunga The Fed

Selasa, 6 Oktober 2026, 17:11 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 9 kali
Ukuran:

Rupiah ditutup menguat ke posisi Rp17.899 per dolar AS pada perdagangan 6 Oktober 2026, didorong oleh meredupnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed akibat melambatnya data ekonomi Amerika Serikat termasuk ketenagakerjaan dan inflasi. Penguatan rupiah juga didukung oleh revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia menjadi 5,2 persen pada 2026. Meskipun demikian, terdapat kekhawatiran mengenai pelemahan aktivitas ekonomi domestik yang tercermin dari turunnya PMI manufaktur dan pelebaran defisit transaksi berjalan.

Poin-Poin Utama

  • Rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.899 per dolar AS pada 6 Oktober 2026.
  • Penguatan rupiah didorong oleh meredupnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
  • Indeks harga PCE AS tercatat stabil di level 3,4 persen year on year pada Agustus 2026.
  • Angka PCE 3,4 persen tersebut lebih rendah dari konsensus pasar sebesar 3,7 persen.
  • Data nonfarm payrolls September AS hanya bertambah 29 ribu lapangan kerja.
  • Proyeksi ekonom terhadap penambahan lapangan kerja AS mencapai 84 ribu hingga 90 ribu.
  • Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,2 persen dari sebelumnya 4,1 persen.
  • Probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober 2026 mencapai lebih dari 80 persen.
  • Risalah pertemuan FOMC September dijadwalkan rilis pada 7 Oktober 2026.
  • Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2 persen pada 2026.
  • Revisi proyeksi Bank Dunia naik 0,5 poin persentase dari estimasi sebelumnya.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh kuatnya konsumsi swasta dan percepatan belanja pemerintah.
  • Indeks Manajer Pembelian manufaktur Indonesia turun ke level 49,3 pada Agustus 2026.
  • Indeks kepercayaan konsumen Indonesia melesu ke 116,8 pada Juli 2026.
  • Defisit transaksi berjalan Indonesia diperkirakan mencapai 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto pada 2026.
Tagar Terkait
#rupiah#dolar as#the fed#suku bunga
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya