Beranda Senin, 28 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Rupiah Kembali Dekati Level Rp 18.000, Ekonom: Faktor Kenaikan Bond Yield Global

Senin, 28 September 2026, 15:14 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Rupiah melemah mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar AS pada awal pekan, tercatat melemah 70 poin atau 0,39 persen menuju Rp 17.973 per dolar AS. Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menyatakan pelemahan ini didorong oleh kenaikan bond yield global, terutama yield US treasury 10 tahun yang bergerak di kisaran 4,9 hingga 5 persen, yang meningkatkan hurdle rate investor global sehingga mereka menjadi lebih selektif terhadap aset emerging market termasuk obligasi Indonesia. Fenomena ini merupakan bagian dari repricing terhadap harga modal global, di mana Indonesia harus menawarkan kompensasi lebih besar melalui yield yang lebih tinggi atau stabilitas nilai tukar.

Poin-Poin Utama

  • Rupiah kembali mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar AS pada awal pekan ini.
  • Pelemahan rupiah terjadi seiring kenaikan imbal hasil obligasi global.
  • Pada Senin 28 September 2026 pukul 12.55 WIB, rupiah melemah 70 poin atau 0,39 persen.
  • Rupiah bergerak menuju level Rp 17.973 per dolar AS.
  • Rupiah mengalami tren pelemahan setidaknya dalam sepekan terakhir.
  • Fakhrul Fulvian menyatakan sentimen terkuat pelemahan rupiah berasal dari kenaikan bond yield global di tenor panjang.
  • Yield US Treasury 10 tahun bergerak di kisaran 4,9 hingga 5 persen.
  • Yield US Treasury 10 tahun sempat menyentuh 5,03 persen.
  • Ketika yield obligasi pemerintah AS naik, hurdle rate investor global ikut naik.
  • Investor menjadi lebih selektif terhadap aset negara berkembang termasuk obligasi Indonesia.
  • Indonesia tengah menghadapi kenaikan global term premium.
  • Yield Surat Berharga Negara 10 tahun Indonesia berada di kisaran 7,08 persen pada 25 September 2026.
  • Yield Surat Berharga Negara 10 tahun meningkat dari posisi 6,96 persen pada akhir Agustus 2026.
  • Rupiah mendekati Rp 18.000 merupakan bagian dari repricing terhadap harga modal global.
  • Fakhrul Fulvian adalah Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia.
Tagar Terkait
#rupiah#nilai tukar#obligasi global#bond yield#trimegah sekuritas
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya