Status Siaga Darurat Kekeringan di DIY Diperpanjang
Status siaga darurat kekeringan di DIY diperpanjang hingga akhir November 2026 karena seluruh wilayah DIY masih memasuki musim kemarau dengan curah hujan di bawah normal serta fenomena El Niño diperkirakan masih melanda hingga awal 2027. BPBD DIY silaturahmi agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi kekeringan dan kebakaran lahan serta hutan. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Februari–Maret 2027 dengan curah hujan berkisar 1.001–2.000 mm.
Poin-Poin Utama
- Status siaga darurat kekeringan di DIY diperpanjang hingga akhir November 2026.
- Status sebelumnya ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 248 Tahun 2026.
- Status awal berlaku sejak 20 Juli hingga 30 September 2026.
- Kepala Pelaksana BPBD DIY adalah Agustinus Ruruh Haryata.
- Seluruh wilayah DIY masih memasuki musim kemarau.
- Curah hujan di DIY berada pada kategori di bawah normal.
- Fenomena El Niño diperkirakan masih melanda hingga awal 2027.
- BPBD DIY meminta masyarakat tetap waspada terhadap kekeringan dan kebakaran lahan.
- Kebakaran lahan terjadi di Banjar Ngeranca, Kabupaten Kulonprogo.
- Kebakaran lahan terjadi di Banjar Gatak 1, Kabupaten Sleman.
- Stasiun Klimatologi Yogyakarta mendorong peningkatan kewaspadaan pada September–Oktober 2026.
- Kesiapan menghadapi banjir dan longsor perlu diperkuat menjelang musim hujan.
- Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Februari–Maret 2027.
- Curah hujan musim hujan berkisar 1.001–2.000 mm.
- Akhir musim hujan diprediksi berlangsung pada April 2027.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.