Harga Telur Ayam di Aceh Melonjak, Pedagang Makanan Mengeluh Rugi
Harga telur ayam di Aceh melonjak signifikan dalam sepekan terakhir, dengan telur besar naik dari Rp55.000 menjadi Rp62.000 per papan dan telur standar dari Rp52.000 menjadi Rp58.000 per papan. Pedagang makanan kecil mengalami kerugian karena harga jual produk tidak bisa naik seiring kenaikan harga bahan baku, sementara distribusi barang ke pasar terpantau lancar tanpa kelangkaan. Pedagang berharap pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga bahan pokok agar tidak dikuasai spekulan.
Poin-Poin Utama
- Harga telur ayam di Provinsi Aceh melonjak signifikan dalam sepekan terakhir.
- Ketersediaan stok telur di pasar terpantau normal.
- Telur ukuran besar naik dari Rp55.000 menjadi Rp62.000 per papan (30 butir).
- Telur ukuran sedang naik dari Rp52.000 menjadi Rp58.000 per papan.
- Pembelian eceran kini hanya menghasilkan 5 butir dengan harga Rp10.000, berkurang dari sebelumnya 6 butir.
- Putri, penjual kue segar di Sigli, mengalami kerugian akibat kenaikan harga telur.
- Harga jual kue basah bertahan di Rp1.000 per buah agar tetap terjangkau konsumen.
- Putri mengeluhkan harga bahan baku yang terus meningkat sementara harga jual tidak bisa dinaikkan.
- Komoditas lain seperti tepung dan gula juga masih tergolong mahal.
- Muslim, penjual Martabak Aceh di Beureunuen, Kabupaten Pidie, menyatakan konsumen kecil selalu dirugikan.
- Muslim mempertanyakan mengapa konsumen kecil menjadi korban permainan harga.
- Putri berharap pemerintah menstabilkan harga bahan pokok agar tidak dikuasai spekulan.
- Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kenaikan harga telur di Aceh.
- Distribusi telur dari pemasok terpantau masih berjalan lancar tanpa kendala kelangkaan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.