Eks Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap terkait Dugaan Korupsi Dana Amal
Otoritas antikorupsi Sri Lanka menangkap mantan Ibu Negara Sriranthi Rajapaksa pada 7 Oktober atas dugaan penyalahgunaan dana amal yayasan Siriliya Saviya, yang mengumpulkan sumbangan sebesar 10 juta Rupee Sri Lanka untuk pengadaan pemindai PET bagi rumah sakit kanker padahal alat tersebut telah disumbangkan oleh pemerintah China. Pemerintahan Presiden Anura Kumara Dissanayake menghidupkan kembali penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan keluarga Rajapaksa yang mendominasi politik Sri Lanka selama hampir dua dekade, sementara Sriranthi membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan dana tersebut tidak disalahgunakan.
Poin-Poin Utama
- Otoritas antikorupsi Sri Lanka menangkap Sriranthi Rajapaksa pada 7 Oktober.
- Sriranthi adalah istri mantan Presiden Mahinda Rajapaksa yang memerintah Sri Lanka periode 2005–2015.
- Penangkapan dilakukan oleh Komisi Penyelidikan Dugaan Penyuapan atau Korupsi (CIABOC).
- Sriranthi ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan dana yayasan amalnya, Siriliya Saviya.
- Yayasan Siriliya Saviya mengumpulkan dana sumbangan sebesar 10 juta Rupee Sri Lanka atau setara Rp 541,9 juta.
- Dana tersebut dikumpulkan untuk pengadaan pemindai PET di rumah sakit kanker setempat.
- Penyelidik menyatakan pemindai PET tersebut sebenarnya telah disumbangkan oleh pemerintah China.
- Sriranthi membantah telah menyalahgunakan dana yayasan amalnya.
- Sriranthi bepergian ke Singapura pada 16 September untuk menjalani perawatan medis.
- Sriranthi kembali ke Kolombo pada 5 Oktober setelah mengajukan permohonan penangguhan penahanan.
- Sidang permohonan penangguhan penahanan dijadwalkan pada 12 Oktober.
- Namal Rajapaksa, putra sulung Sriranthi dan anggota parlemen oposisi, ditahan atas tuduhan terkait pembelian pesawat Airbus tahun 2013.
- Keluarga Rajapaksa menepis kasus tersebut sebagai tindakan yang bermotif politik.
- Pemerintahan Presiden Anura Kumara Dissanayake menghidupkan kembali penyelidikan kasus korupsi keluarga Rajapaksa.
- Pamor keluarga Rajapaksa merosot sejak aksi protes massal melengserkan Gotabaya Rajapaksa dari kursi kepresidenan pada 2022.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.