AI Tumbuh Pesat, Negara Berkembang Terancam Tertinggal
Ledakan AI berpotensi mengubah produktivitas ekonomi global, namun negara berkembang menghadapi risiko tertinggal karena tidak memiliki modal, infrastruktur digital, energi, dan tenaga kerja terampil yang memadai untuk mengembangkan dan memanfaatkan teknologi tersebut. Investasi AI saat ini terkonsentrasi di Amerika Serikat, China, dan India, sementara negara berkembang harus bersaing ketat dalam pembiayaan antara infrastruktur teknologi dan kebutuhan dasar lainnya. Tanpa peningkatan kapasitas teknologi dan keterampilan tenaga kerja, kesenjangan produktivitas dan pendapatan antara negara maju dan berkembang akan semakin lebar.
Poin-Poin Utama
- Ledakan kecerdasan buatan dapat mengubah produktivitas ekonomi global secara signifikan.
- Negara berkembang menghadapi risiko tertinggal akibat keterbatasan modal, infrastruktur digital, energi, dan tenaga kerja terampil.
- Negara yang sudah memiliki perusahaan teknologi besar dan pusat data berpotensi lebih cepat menikmati manfaat AI.
- Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengingatkan ketimpangan AI dalam pidatonya di Singapura pada 7 Oktober 2026.
- Pidato Georgieva disampaikan menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia.
- Amerika Serikat, China, dan India menjadi pusat pertumbuhan perdagangan terkait kecerdasan buatan.
- Tujuh dari 10 negara dengan perdagangan terkait AI terbesar berada di kawasan Asia-Pasifik menurut data IMF.
- Porsi kawasan Asia-Pasifik dalam aktivitas ekonomi global mencapai 43 persen.
- Angka tersebut naik dari 25 persen pada 1991.
- Perusahaan yang mampu mengotomatisasi pekerjaan dan mengolah data berpotensi meningkatkan efisiensi lebih cepat.
- Pembangunan pusat data, jaringan internet, dan sistem komputasi membutuhkan modal besar.
- Negara berkembang harus membagi anggaran antara infrastruktur digital dan kebutuhan dasar seperti pendidikan serta kesehatan.
- Suku bunga pinjaman yang tinggi mengurangi ruang untuk pembiayaan investasi baru.
- AI meningkatkan permintaan terhadap pekerja dengan keterampilan baru dan mengubah struktur pasar tenaga kerja.
- Negara berkembang dengan sumber daya terbatas sulit menyediakan sistem pelatihan yang mengikuti perkembangan teknologi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.