Beranda Senin, 5 Oktober 2026

!online

Tekno Negatif

Ledakan Pusat Data, antara Peluang dan Bom Waktu

Senin, 5 Oktober 2026, 08:07 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Indonesia baru memasuki awal ledakan pusat data yang dapat meningkatkan investasi asing, namun tanpa regulasi memadai, hal ini berpotensi menjadi bom waktu berupa kerusakan lingkungan, penjajahan ekonomi, dan konflik sosial. Pakar infrastruktur Rizal Fathoni Aji mengingatkan bahwa kesiapan sistem kelistrikan, pengelolaan penggunaan air untuk pendinginan, serta pengawasan lingkungan menjadi aspek krusial yang harus segera diatur sebelum investasi meluas. Dengan persiapan dan regulasi yang memadai, pusat data memiliki potensi ekonomi tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan membuka kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia.

Poin-Poin Utama

  • Regulasi diperlukan Indonesia untuk menghadapi ledakan pusat data.
  • Ledakan pusat data berpotensi meningkatkan investasi asing di Indonesia.
  • Pusat data tanpa penataan yang baik dapat menjadi bom waktu bagi lingkungan dan ekonomi Indonesia.
  • Indonesia baru memasuki awal ledakan pusat data menurut Rizal Fathoni Aji dari Fasilkom UI.
  • Kesiapan infrastruktur, SDM, dan regulasi menjadi kunci memanfaatkan momentum pusat data.
  • Risiko muncul jika fasilitas pusat data dibangun di Indonesia tetapi tenaga ahli dan teknologi dari luar negeri.
  • Indonesia menanggung kebutuhan listrik dan air yang besar untuk pengoperasian pusat data.
  • Sistem kelistrikan yang andal merupakan persiapan utama yang dibutuhkan Indonesia.
  • Kapasitas listrik nasional Indonesia secara umum cukup besar untuk kebutuhan pusat data.
  • Pusat data era AI membutuhkan air dalam jumlah besar untuk pendinginan.
  • Tanpa pengaturan, kebutuhan air pusat data dapat mengganggu pasokan air warga sekitar.
  • Penolakan terhadap pembangunan pusat data telah memicu unjuk rasa di berbagai negara.
  • Penggunaan air untuk pusat data harus diatur sebelum investasi meluas.
  • Sistem pendingin pusat data menggunakan air dengan campuran bahan kimia yang berisiko mencemari lingkungan.
  • Indonesia perlu menyiapkan tenaga ahli di bidang kelistrikan, mekanik, sipil, dan teknologi informasi untuk pusat data.
Tagar Terkait
#kecerdasan buatan#lingkungan#energi#regulasi#pusat data#investasi asing#air
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya