Wapres Gibran Buka Kongres API: Tekankan Toleransi dan Solusi Intoleransi
Wapres Gibran membuka Kongres Nasional API dengan menekankan pentingnya toleransi, kerukunan, dan persatuan di tengah kemajemukan bangsa seraya menyampaikan permohonan maaf atas masih adanya intoleransi di beberapa wilayah. Pemerintah memindahkan Gereja GKPI Rajeg ke lokasi baru yang lebih layak sebagai solusi konkret penanganan konflik dan menginstruksikan pejabat daerah untuk segera menyelesaikan setiap percikan intoleransi sebelum membesar. Gibran mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para rohaniwan, untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks yang bertujuan memecah belah bangsa.
Poin-Poin Utama
- Wapres Gibran membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia di Tangerang, Banten, pada Kamis, 8 Oktober.
- Wapres menekankan pentingnya penguatan kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah kemajemukan bangsa.
- Gibran menyampaikan permohonan maaf atas masih adanya praktik intoleransi di beberapa wilayah Indonesia.
- Negara wajib menjamin kebebasan setiap warga negara memeluk agama dan beribadah sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.
- Konflik di GKPI Rajeg diselesaikan dengan memindahkan gereja ke lokasi baru yang lebih layak.
- Wapres telah berkomunikasi langsung dengan pihak gereja dan pemangku kepentingan daerah untuk menyelesaikan kasus GKPI Rajeg.
- Gibran menginstruksikan kepala daerah, kapolda, dan pangdam untuk peka terhadap dinamika sosial terkait intoleransi.
- Setiap percikan intoleransi harus segera ditangani agar tidak membesar menjadi konflik besar.
- Gibran mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi kabar bohong yang bertujuan memecah belah bangsa.
- Gibran menyatakan bahwa keberagaman adalah bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.
- Kongres Nasional API diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi pendeta untuk membangun harmoni sosial.
- Gibran menyatakan bahwa kerukunan nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat termasuk para rohaniwan.
- Gibran mengajak masyarakat menjaga Indonesia bersama-sama dan menjadikan perbedaan bukan sebagai pemecah belah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.