Kapan Overthinking Harus Dikonsultasikan ke Psikolog? Ini Penjelasan Ahli
hari dan tidak wajar sesuai kata over pada namanya. Psikolog Miki Amrilya Wardati membagi tanda peringatan into empat kategori yaitu kognitif, emosional, fisik dan istirahat, serta fungsional yang menunjukkan perlunya bantuan profesional. Masyarakat diminta lebih peka terhadap perubahan diri dan tidak ragu mencari bantuan profesional untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat.
Poin-Poin Utama
- Overthinking sering dianggap sebagai hal yang lumrah namun perlu diwaspadai.
- Konsultasi diperlukan saat overthinking mulai mengganggu aktivitas dan keberfungsian hidup sehari-hari.
- Miki Amrilya Wardati adalah psikolog klinis dewasa dari Ikatan Psikolog Indonesia.
- Overthinking bukan diagnosa gangguan kesehatan mental tersendiri melainkan sebuah gejala.
- Tenaga profesional dapat mengidentifikasi apakah gejala berpikir berlebihan disertai indikasi klinis lainnya.
- Diagnosis profesional diperlukan untuk menentukan apakah kondisi mengarah pada gangguan tertentu seperti depresi atau bipolar.
- Tanda kognitif overthinking meliputi sulit berkonsentrasi dalam pekerjaan atau studi.
- Tanda emosional overthinking ditandai dengan munculnya rasa takut berlebihan untuk melakukan sesuatu.
- Tanda fisik overthinking berupa susah tidur atau insomnia dan rasa tidak nyaman saat beraktivitas.
- Tanda fungsional overthinking terlihat dari terganggunya rutinitas dan keberfungsian hidup sehari-hari.
- Kemampuan mengenali perubahan dalam diri penting untuk mendeteksi masalah kesehatan mental sejak dini.
- Konsultasi dengan profesional diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan akurat.
- Masyarakat diminta lebih peka terhadap kondisi diri sendiri dan tidak ragu mencari bantuan profesional.
- Masyarakat jangan ragu mencari bantuan profesional jika merasa terbebani oleh kondisi tidak biasa.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.