PGRI Dukung Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Alasannya
PB PGRI mendukung wacana pemberlakuan kembali aturan siswa tidak otomatis naik kelas. Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menyatakan asesmen diperlukan untuk memotivasi siswa, memberikan tantangan sejak dini, dan memastikan hasil pembelajaran yang jelas sesuai standar. Kebijakan ini sejalan dengan rencana Mendikdasmen Abdul Mu'ti yang akan diterapkan kembali mulai tahun ajaran 2027.
Poin-Poin Utama
- PB PGRI mendukung kebijakan siswa tidak otomatis naik kelas.
- Unifah Rosyidi adalah Ketua Umum PB PGRI.
- Asesmen diperlukan sebelum kenaikan kelas ditentukan.
- Kebijakan bertujuan memotivasi siswa dan memberikan tantangan sejak dini.
- Peningkatan mutu pendidikan memerlukan perlakuan berbeda berdasarkan capaian belajar.
- Siswa tetap harus mengikuti ujian sesuai standar untuk naik jenjang.
- Abdul Mu'ti adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
- Kebijakan kemungkinan diterapkan mulai tahun ajaran 2027.
- Alasan kebijakan: siswa kurang terdorong berusaha lebih keras karena pasti naik kelas.
- Uli adalah ibu yang putrinya bersekolah di sekolah negeri.
- Uli prihatin dengan fenomena kualitas peserta didik akhir-akhir ini.
- Masih ada siswa SMP yang belum mampu membaca dan berhitung.
- Pada era 1980-an siswa yang belum memiliki capaian baik berpeluang tidak naik kelas.
- Titin menilai kebijakan tidak naik kelas membuat siswa lebih tersaring berdasarkan kemampuan akademik.
- Titin mendukung kebijakan selama indikator penilaiannya jelas.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.