Pentagon siapkan operasi serangan militer tiga hari ke Iran
Pentagon menyiapkan rencana operasi militer intensif selama tiga hari terhadap Iran dengan sasaran utama berupa persenjataan rudal dan drone, fasilitas energi, serta markas Korps Garda Revolusi Islam. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan di Camp David yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance, meskipun Trump menyatakan Washington tidak akan menyerang sebelum pemilu paruh waktu 3 November 2026 dan menyebut upaya diplomatik dengan Teheran masih berlangsung.
Poin-Poin Utama
- Pentagon tengah menyiapkan rencana operasi militer intensif selama tiga hari terhadap Iran.
- Militer AS atas perintah Trump telah menyusun opsi serangan terhadap Iran.
- Target serangan mencakup persenjataan rudal dan drone Iran.
- Fasilitas energi Iran masuk dalam daftar sasaran potensial.
- Sejumlah lokasi militer Iran juga menjadi target serangan.
- Pejabat senior keamanan nasional AS membahas rencana di Camp David pada 2 Oktober.
- Rencana berfokus pada operasi singkat dan intensif selama sekitar tiga hari.
- Korps Garda Revolusi Islam Iran telah membangun kembali sebagian persenjataan rudal dan drone.
- Pentagon memerintahkan Komando Tengah AS menyelesaikan persiapan kemungkinan pelanjutan operasi tempur besar.
- Perintah tersebut tidak menetapkan tanggal serangan dan Trump belum mengambil keputusan final.
- Trump menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu 3 November 2026.
- Trump menyebut upaya diplomatik dengan Teheran masih berlangsung.
- Trump mengatakan Washington dan Teheran sedang melakukan diskusi yang produktif.
- Trump berulang kali menolak usulan operasi militer besar terhadap Iran dalam beberapa bulan terakhir.
- Tiga kapal induk AS diperkirakan berada di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan mendatang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.