Beranda Senin, 12 Oktober 2026

!online

Lingkungan Netral

Hujan Tak Kunjung Datang, Karhutla dan Kabut Asap Kaltim Diprediksi hingga November

Senin, 12 Oktober 2026, 17:07 WIB Sumber: Kompas Dibaca 8 kali
Ukuran:

BMKG memprakirakan musim hujan di Kalimantan Timur baru dimulai pertengahan November 2026, satu bulan lebih lambat dari kondisi normal akibat pengaruh El Nino sangat kuat, sehingga periode penanganan karhutla dan kabut asap menjadi lebih panjang. Total area terbakar hingga 11 Oktober 2026 tercatat seluas 8.516,68 hektar dengan kualitas udara di beberapa wilayah seperti Kutai Barat, Samarinda, dan Balikpapan dalam kategori sangat tidak sehat hingga tidak sehat. Tim gabungan BPBD berupa 11.711 personel disiagakan untuk pemadaman, sementara operasi modifikasi cuaca diajukan untuk memantik hujan dalam upaya mengoptimalkan penanganan karhutla di lahan gambut.

Poin-Poin Utama

  • Musim hujan di Kalimantan Timur diprakirakan baru dimulai pertengahan November 2026.
  • Kondisi normal menunjuk bulan Oktober 2026, sehingga terjadi keterlambatan satu bulan.
  • El Nino kategori sangat kuat menjadi penyebab utama keterlambatan musim hujan.
  • BMKG mencatat hujan di bawah normal akan berlangsung hingga pertengahan November 2026.
  • Angin monsun Australia yang kering mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Kalimantan Timur.
  • Puncak musim hujan di Kalimantan Timur diprakirakan terjadi Desember 2026 dan Januari 2027.
  • Total area terbakar sampai 11 Oktober 2026 tercatat seluas 8.516,68 hektar.
  • Luas area terbakar meningkat sekitar 42 hektar dibandingkan data 9 Oktober 2026.
  • Kualitas udara di Kutai Barat berada dalam kategori sangat tidak sehat menurut ISPU.
  • Ibu Kota Nusantara, Samarinda, dan Balikpapan tercatat dalam kategori tidak sehat menurut ISPU.
  • Sebanyak 11.711 personel dikerahkan dalam tim gabungan untuk pemadaman karhutla.
  • TNI melakukan pengeboran sumber air di 113 titik termasuk 11 titik di Kota Balikpapan.
  • Kasus ISPA di Kalimantan Timur sempat menyentuh angka 13.000 kasus.
  • BPBD Samarinda mengajukan operasi modifikasi cuaca untuk memantik hujan.
  • BPBD Kalimantan Timur mengoperasikan Posko Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Asap secara terpadu.
Tagar Terkait
#karhutla#bmkg#kebakaran hutan#bencana alam#kualitas udara#el nino#ispa#kabut asap#kalimantan timur
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya