Pekerja di Jakarta Keluhkan Cuaca Panas yang Kian Menyengat
BMKG mencatat suhu udara Jakarta berkisar 34 hingga 36 derajat celsius dalam beberapa hari terakhir, menimbulkan keluhan dari berbagai kalangan pekerja mulai dari pengemudi ojek daring, pekerja konstruksi, hingga pekerja kantoran yang mengaku terganggu aktivitas dan kesehatannya akibat cuaca panas. Para pekerja mengakui bahwa puncak panas terjadi pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB dan sering memicu rasa pusing, dehidrasi, serta ketidaknyamanan akibat perpindahan suhu ekstrem antara jalanan panas dan ruangan berpendingin udara. Kondisi ini disebabkan oleh faktor kemarau, berkurangnya tutupan awan yang membuat radiasi matahari maksimal, fenomena El Nino yang memperparah kekeringan, serta fenomena pulau panas perkotaan di Jakarta.
Poin-Poin Utama
- BMKG mencatat suhu udara Jakarta berkisar 34 hingga 36 derajat celsius dalam beberapa hari terakhir.
- Mohammad Farid (42) adalah pengemudi ojek daring yang setiap hari berkendara mengelilingi Jakarta.
- Farid mengenakan pakaian tertutup lengkap mulai dari jaket, sarung tangan, celana panjang, kaus kaki, hingga masker.
- Puncak sengatan panas terjadi pada pukul 13.00 sampai 15.00 WIB.
- Farid memilih tidak mengambil pesanan saat puncak panas dan kembali bekerja di sore hari.
- Paparan keringat berlebih membuat kulit area lengan dan punggung Farid sering mengalami biang keringat.
- Ardhan (28) adalah pekerja konstruksi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
- Ardhan bekerja di lantai 50-an gedung pencakar langit.
- Cuaca panas kerap memicu rasa pusing dan dehidrasi pada Ardhan hingga membuatnya kehilangan konsentrasi.
- Alifah Dharaura (24) adalah pekerja kantoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
- Alifah mulai merasakan sengatan terik sejak berangkat kerja sekitar pukul 08.00 WIB.
- Alifah dan rekan kerja lebih memilih naik mobil daripada berjalan kaki saat jam makan siang.
- Perpindahan suhu panas dan dingin secara drastis mengganggu kebugaran tubuh Alifah.
- Alifah menggunakan perlindungan fisik berupa payung, masker, kacamata, jaket, dan tabir surya.
- Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan kemarau dan berkurangnya tutupan awan adalah faktor utama kenaikan suhu.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.