Beranda Kamis, 15 Oktober 2026

!online

Ekonomi Netral

Tawarkan Kolaborasi Kreatif Indonesia di Hollywood

Kamis, 15 Oktober 2026, 18:08 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 9 kali
Ukuran:

Mohamad Amin Ahlun Nazar menawarkan kolaborasi kreatif Indonesia di Hollywood melalui museum interaktif, maket kota, dan hiburan berbasis lokasi sebagai upaya memperkenalkan kemampuan kreatif Indonesia kepada mitra Amerika Serikat dalam forum ekonomi kreatif di Los Angeles, 5–8 Oktober 2026, yang mendapat sambut positif dari Hollywood Chamber of Commerce dan didukung oleh Duta Besar Grata Endah Werdaningtyas. Di dalam negeri, Kementerian Ekonomi Kreatif mempersiapkan World Conference on Creative Economy 2026 di Jakarta pada Oktober mendatang, sementara Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pengembangan kekayaan intelektual Indonesia dari sastra menjadi film, animasi, dan gim untuk menjangkau pasar lebih luas. Potensi transaksi Rp3,51 miliar tercatat dari fasilitasi 38 pelaku usaha berbasis kekayaan intelektual pada pameran di Jakarta, menunjukkan peluang komersial yang mulai terlihat bagi kreator Indonesia.

Poin-Poin Utama

  • Indonesia-U.S. Digital Technology Forum: Creative Economy diselenggarakan di Los Angeles pada 5–8 Oktober 2026.
  • Mohamad Amin Ahlun Nazar menawarkan kolaborasi museum interaktif, maket kota, dan wisata berbasis film kepada mitra Amerika Serikat.
  • Duta Besar Grata Endah Werdaningtyas memimpin delegasi Indonesia dalam forum tersebut.
  • Pertemuan juga melibatkan pemerintah kota Los Angeles, industri hiburan, akademisi, dan diaspora kreatif.
  • Hollywood Chamber of Commerce memberikan sambutan positif terhadap kedatangan delegasi Indonesia.
  • Presiden HCC Ron Frierson menyatakan kehormatannya menerima delegasi dan berharap tercipta kemitraan di bidang hiburan, pariwisata, dan bisnis.
  • Kementerian Ekonomi Kreatif mengumumkan kesiapan World Conference on Creative Economy 2026 di Jakarta pada 21–23 Oktober.
  • Mohamad Amin Ahlun Nazar memiliki dua peran sebagai Wakil Ketua Harian DPP GEKRAFS dan Direktur Utama PT Pola Raya Studio.
  • Amin mengusulkan nota kesepahaman antara GEKRAFS dan HCC untuk memperluas promosi karya melalui jejaring daerah.
  • Amin mengusulkan kolaborasi pertunjukan dan hubungan talenta Indonesia dengan William Morris Endeavor.
  • Amin menjajaki kemungkinan lisensi resmi waralaba Avatar karya James Cameron untuk destinasi imersif di Indonesia.
  • Rencana lisensi Avatar memerlukan persetujuan pemegang hak dan kajian kelayakan.
  • Jika terwujud, proyek Avatar berpotensi melibatkan desainer, perajin, dan pemasok kreatif Indonesia.
  • Pada 11 Oktober, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya membuka LITERAIA 2026 di Museum Nasional.
  • Pada 3–4 Oktober, Kementerian Perdagangan mencatat potensi transaksi Rp3,51 miliar dari 38 pelaku usaha berbasis kekayaan intelektual di Jakarta Futura Connectiva.
Tagar Terkait
#ekonomi kreatif#kerja sama internasional#hollywood#gekrafs#kekayaan intelektual#los angeles
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya