Houthi serang Istana Presiden Yaman dengan rudal balistik
Maashiq di Aden, ibu kota sementara Yaman, menewaskan lima orang dan melukai 16 orang termasuk petugas keamanan dan pegawai sipil. Perdana Menteri Yaman Shaya al-Zindani dan anggota pemerintahan lainnya dilaporkan dalam kondisi aman setelah serangan yang merupakan yang pertama kalinya diarahkan ke istana kepresidenan setelah pecahnya kembali peperangan sejak Juli lalu. Serangan tersebut terjadi di tengah konflik yang berkecamuk di Yaman sejak kelompok Houthi merebut Sanaa pada 2014, dengan eskalasi terakhir bermula setelah gencatan senjata tahun 2022 gagal diwujudkan.
Poin-Poin Utama
- Lima orang tewas dan 16 lainnya luka-luka dalam serangan rudal balistik Houthi ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden.
- Serangan terjadi pada Kamis, 15 Oktober, di Aden yang merupakan ibu kota sementara Yaman.
- Serangan melibatkan lima rudal balistik yang ditembakkan ke istana kepresidenan.
- Beberapa anggota pemerintahan Yaman sedang berada di dalam istana saat serangan terjadi.
- Korban tewas meliputi petugas keamanan dan pegawai sipil yang bekerja di istana kepresidenan.
- Perdana Menteri Yaman Shaya al-Zandani dan anggota pemerintahan lainnya dalam kondisi aman setelah serangan.
- Kelompok Houthi juga menyerang pemukiman warga di Kota Marib dengan rudal balistik.
- Rumah-rumah warga sipil di sekitar istana kepresidenan di Aden terkena dampak serangan.
- Serangan ini merupakan yang pertama kalinya diarahkan ke istana kepresidenan sejak Juli.
- Juru bicara militer Houthi Yahya Saree membenarkan serangan tersebut.
- Houthi menyatakan serangan tersebut menargetkan markas operasi perang Arab Saudi di Aden.
- Konflik Yaman bermula sejak kelompok Houthi merebut Ibu Kota Sanaa pada 2014.
- Koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung Pemerintah Yaman pada 2015.
- Eskalasi permusuhan saat ini bermula sejak Juli setelah gencatan senjata 2022 gagal diwujudkan.
- Serangan sebelumnya terhadap Pemerintah Yaman di Bandara Aden juga terjadi pada Desember 2020.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.