Asap Kekuningan Kepung Palangka Raya, Warga: Kami Lelah Hirup Racun
Kabut asap kekuningan akibat kebakaran hutan dan lahan makin pekat menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam beberapa hari terakhir, membuat kualitas udara masuk kategori berbahaya dengan ISPU mencapai 1.268 pada 16 Oktober 2026. Warga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, dan kesulitan aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak yang sulit mengikuti pembelajaran jarak jauh. Pemerintah melalui BPBD mencatat masih terdapat sekitar 10 hektar lahan yang perlu dipadamkan dan 3.835 titik panas, dengan sekitar 80 persen kebakaran terjadi di lahan gambut.
Poin-Poin Utama
- Kabut asap kekuningan menyelimuti Palangka Raya dalam tiga hari terakhir.
- ISPU Kota Palangka Raya mencapai 1.268 atau masuk kategori berbahaya pada 16 Oktober 2026.
- Kabut asap tipis telah menyelimuti permukiman sejak empat bulan lalu dan memburuk dalam dua bulan terakhir.
- Data BNPB hingga 15 Oktober 2026 mencatat sekitar 10 hektar lahan di Kalimantan Tengah perlu dipadamkan.
- Total titik panas yang terpantau mencapai 3.835 titik dengan 49 titik api.
- BPBD Kota Palangka Raya menangani sekitar 1.000 hektar area kebakaran.
- Sekitar 80 persen kebakaran terjadi di lahan gambut dalam.
- Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Jekan Raya, Sebangau, Bukit Batu, hingga Pahandut.
- Terdapat 22 rumah aman asap di Kalimantan Tengah hasil kerja sama Yayay Ranu Welum dan Big Red Button.
- Sebanyak 11 puskesmas di Palangka Raya dioptimalkan dengan fasilitas ruang oksigen.
- Warga Arman (42) dan keluarganya harus berpindah ke rumah aman asap akibat kabut asap.
- Warga Intan Nurlela (29) mengalami batuk, pilek, demam, dan sesak napas berulang dalam tiga bulan terakhir.
- Gerakan warga bertajuk "Borneo is Burning" melaporkan situasi terkini melalui media sosial.
- Petugas lapangan kesulitan mendapatkan akses air karena lokasi kebakaran jauh dari sumber air.
- Penggunaan masker medis tidak efektif karena asap langsung menyebabkan batuk-batuk.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.