Gibran ingin santo jadi pengembang AI, bukan sekadar pengguna
Wakil Presiden Gibran mendorong santo untuk menguasai teknologi AI dan robotika agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman. Kunjungan ke Pondok Pesantren Dalwa, Pasuruan, menekankan bahwa pembelajaran teknologi bertujuan mengasah berpikir kritis, berpikir komputasional, dan memecahkan masalah, bukan sekadar keterampilan teknis semata. Gibran mengingatkan santo untuk tetap mengutamakan akhlak dan menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Poin-Poin Utama
- Wapres Gibran mendorong santo untuk menguasai teknologi AI dan robotika.
- Gibran meninjau pelatihan di Pondok Pesantren Dalwa, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
- Kunjungan dilakukan pada hari Jumat.
- Gibran ingin santo mampu menjawab tantangan zaman dan tidak tertinggal dari negara lain.
- Pelatihan AI dan robotika melatih kemampuan berpikir kritis dan berpikir komputasional.
- Belajar AI bukan berarti harus menjadi programer.
- Gibran mengingatkan santo untuk mengutamakan akhlak dan karakter dalam menggunakan teknologi.
- Santo diminta mampu memilah informasi, mengenali hoaks, dan menjaga kerahasiaan data.
- Gibran berinteraksi dengan santo dan melihat aplikasi pengenalan wajah.
- Santo bernama Reyhan mengikuti pelatihan selama empat hari.
- Reyhan merasa termotivasi untuk mendalami teknologi dan menciptakan inovasi bermanfaat.
- Pelatihan bertujuan mengembangkan keterampilan digital tanpa meninggalkan pendidikan keagamaan.
- Gibran menekankan penggunaan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.
- Gibran mengapresiasi inovasi santo yang baru mempelajari dasar pemrograman.
- Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.