Jokowi Sindir Penumpang Gelap di Balik Isu Ijazah Gibran
Presiden Joko Widodo menuding isu ijazah yang dialami putra sulungnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, merupakan operasi politik yang ditunggangi oleh penumpang gelap untuk merusak reputasi politik dirinya dan Gibran. Jokowi mengaku tidak terlalu mempersoalkan tudingan tersebut dan menyatakan hal tersebut biasa saja. Terkait dukungan partai politik PAN, PKB, dan Golkar yang belum tegas mendukung Gibran sebagai calon wapres pada Pemilu 2029, Jokowi menghargai keputusan tersebut sebagai hak konstitusional setiap partai.
Poin-Poin Utama
- Joko Widodo menilai isu ijazah yang dihadapi Gibran Rakabuming Raka merupakan operasi politik.
- Isu ijazah disebut ditunggangi oleh penumpang gelap.
- Polemik ijazah sengaja dilontarkan untuk merusak reputasi politik Jokowi dan Gibran.
- Operasi serangan tersebut menyasar Jokowi dan Gibran.
- Jokowi mengaku tidak terlalu mempersoalkan tudingan yang dialamatkan kepada keluarganya.
- PAN, PKB, dan Golkar belum menyatakan dukungan tegas untuk Gibran sebagai Wapres pada Pemilu 2029.
- Tiga partai tersebut telah mendukung Prabowo Subianto untuk dua periode.
- Setiap partai memiliki hak konstitusional untuk menentukan dukungan masing-masing.
- Jokowi menyatakan operasi politik itu bertujuan untuk men-downgrade reputasi seseorang.
- Pernyataan Jokowi disampaikan di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah.
- Penyampaian berlangsung pada Jumat, 16 Oktober.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.